Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin menyerahkan sebuah bola Piala Dunia kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam pertemuan mereka di Helsinki, Finlandia.
Bola tersebut sebagai tanda bahwa AS nanti akan menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama Meksiko dan Kanada. Padahal, sebelum itu, Qatar akan lebih dulu menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.
"Presiden Trump baru saja memuji penyelenggaraan Piala Dunia 2018. Maka, saya memberikan bola ini kepada Anda. Saya harap AS siap menjadi tuan rumah 2026 nanti," kata Putin, dikutip dari Guardian, Selasa (17/7).
Menerima bola tersebut, Trump mengatakan akan memberikannya kepada putranya, Baron Trump.
"Kami akan menyelenggarakan dengan sangat bagus dan kami berharap semua berjalan lancar," ucap Trump.
Namun, tidak semua pihak senang dengan pemberian Putin kepada Trump. Pasalnya, disinyalir di dalam bola tersebut ada alat perekam sehingga semua rahasia negara bisa didengar Rusia.
Senator Republik Carolina Selatan Lindsey Graham bahkan mengatakan bahwa bola tersebut perlu diperiksa terlebih dahulu dan seharusnya tidak diperbolehkan diletakkan di Gedung Putih.
Senada dengan Graham, mantan Sekretaris Pers Gedung Putih era Presiden George W Bush, Ari Fleischer, mengatakan bahwa Secret Service harus memeriksa bola tersebut dengan teliti sebelum dibawa ke Washington. (Medcom/OL-2)
Ia menilai kondisi kemanusiaan menunjukkan perbaikan seiring derasnya bantuan yang mulai masuk ke wilayah konflik.
Donald Trump mengundang sejumlah pemimpin dunia, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza.
Kebijakan perdagangan Amerika Serikat kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan mengenai kenaikan tarif impor terhadap delapan negara Eropa.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyerukan tindakan keras “tanpa kompromi” terhadap pihak-pihak yang ia sebut sebagai penghasut, menyusul gelombang unjuk rasa.
Donald Trump mempertimbangkan beragam opsi intervensi terhadap Iran di tengah eskalasi protes anti-pemerintah yang berujung pada penindasan keras.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menegaskan negaranya tidak gentar menghadapi ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump, meski Iran tengah diguncang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved