Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Gandeng Danantara dan Jasa Raharja, Menteri Fadli Zon Inisiasi Museum Film dan Fotografi di Kota Tua

Rahmatul Fajri
03/4/2026 13:32
Gandeng Danantara dan Jasa Raharja, Menteri Fadli Zon Inisiasi Museum Film dan Fotografi di Kota Tua
MENTERI Kebudayaan Fadli Zon di Kota Tua.(Dok. Kemenbud)

MENTERI Kebudayaan Fadli Zon menginisiasi rencana kolaborasi strategis antara Kementerian Kebudayaan, Danantara, dan PT Jasa Raharja untuk menghadirkan museum baru di kawasan ikonik Kota Tua, Jakarta. Rencana tersebut dibahas saat Fadli Zon meninjau langsung gedung milik Jasa Raharja di kawasan Kali Besar, Jakarta Barat, Kamis (2/4/2026). 

Kedatangan rombongan kementerian disambut oleh Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, serta jajaran direksi Danantara Asset Management.

Dalam tinjauannya, Fadli Zon menilai gedung bersejarah milik Jasa Raharja memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi Museum Film dan Museum Fotografi yang representatif di Indonesia.

“Kita belum memiliki museum film maupun museum fotografi yang representatif. Padahal kita memiliki banyak aset dan kekayaan sejarah di bidang tersebut, namun belum memiliki ruang yang memadai untuk memamerkannya,” ujar Fadli Zon di sela peninjauan gedung.

Fadli Zon menjelaskan melalui kolaborasi lintas instansi, aset-aset di bawah pengelolaan Danantara dapat diubah menjadi ruang publik yang produktif dan edukatif. Lokasi gedung Jasa Raharja yang strategis di pusat wisata sejarah Kali Besar dinilai sangat pas untuk menghadirkan narasi perjalanan visual Indonesia.

“Gedung ini sangat menarik dan berada di lokasi yang strategis. Kita harapkan melalui kerja sama ini, tempat ini bisa dikembangkan menjadi museum fotografi dan museum film. Masyarakat bisa melihat perkembangan film Indonesia dari awal hingga era modern, termasuk perkembangan fotografi dari masa ke masa,” tambahnya.

Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin menyatakan dukungannya terhadap rencana alih fungsi aset tersebut. Ia memandang bahwa pemanfaatan aset historis perusahaan secara produktif akan memberikan nilai tambah bagi masyarakat luas.

“Bangunan ini tidak hanya menjadi aset perusahaan, tetapi juga merupakan bagian dari warisan sejarah yang perlu dijaga dan dimanfaatkan secara produktif. Kami menyambut baik rencana kolaborasi ini sebagai upaya menghadirkan ruang budaya yang bermanfaat,” kata Awaluddin.

Senada dengan hal tersebut, Direktur SDM dan Umum Jasa Raharja, Rubi Handojo, memberikan penjelasan mengenai nilai historis gedung tersebut yang pada masa lalu merupakan pusat aktivitas perdagangan dan pemerintahan di Batavia.

Melalui kolaborasi ini, kawasan Kota Tua diharapkan tidak hanya menjadi destinasi wisata selfie, tetapi berkembang menjadi pusat edukasi dan pariwisata terintegrasi yang mampu menampilkan kekayaan dokumentasi visual serta perjalanan industri kreatif Indonesia dari masa ke masa. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya