Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

CMES Indonesia 2026: Pameran Mesin Perkakas Global Perdana di Jakarta

Basuki Eka Purnama
03/4/2026 09:19
CMES Indonesia 2026: Pameran Mesin Perkakas Global Perdana di Jakarta
Ilustrasi(MI/HO)

MENYUSUL kesuksesan besar pada debutnya di Vietnam tahun 2025, CMES resmi melebarkan sayap ke pasar Indonesia. Penyelenggara pameran swasta terbesar di Tiongkok tersebut akan menggelar edisi perdana CMES Indonesia International Machine Tool Exhibition pada 2–4 Juli 2026 mendatang.

Bertempat di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), Jakarta (Hall 5 & 6), pameran ini hadir di tengah momentum transformasi industri nasional melalui program "Making Indonesia 4.0". Fokus utama pameran ini adalah mendukung peralihan industri pengolahan logam dari teknik casting konvensional menuju manufaktur komponen dengan presisi tinggi.

Peluang Strategis di Pusat Manufaktur Asia Tenggara

Perwakilan penyelenggara CMES Indonesia, Sun Xiao Li, mengungkapkan bahwa permintaan mesin presisi di Indonesia terus melonjak, terutama dari sektor otomotif, elektronika, infrastruktur, hingga energi baru. Namun, kapasitas produksi mesin perkakas dalam negeri masih terbatas.

“Sekitar 75% peralatan premium di Indonesia masih berasal dari impor. Hal ini membuka peluang strategis bagi pemasok internasional untuk masuk dan mendukung kebutuhan industri lokal yang sedang berkembang pesat,” ujar Sun Xiao Li.

Optimisme ini didukung oleh data pertumbuhan ekonomi yang solid di sektor industri. Berikut adalah ringkasan performa sektor terkait berdasarkan data Kementerian Perindustrian:

Indikator Sektor (Triwulan III-2025) Pertumbuhan (YoY)
Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) 6,96%
Subsektor Industri Mesin dan Perlengkapan 11,74%

Teknologi Global di Area 15.000 Meter Persegi

Pameran ini akan menempati area seluas lebih dari 15.000 meter persegi dengan menghadirkan berbagai merek global terkemuka. Produk yang ditampilkan mencakup mesin pemotongan dan pembentuk logam, aksesori mesin, alat gerinda, hingga solusi mutakhir dalam bidang otomatisasi industri dan robotika.

Target utama dari pameran ini adalah industri hilir yang membutuhkan solusi manufaktur cerdas, seperti produsen suku cadang otomotif, elektronik 3C, peralatan rumah tangga, hingga mesin umum.

Strategi Pemasaran O2O dan Kemitraan Strategis

CMES membawa pengalaman lebih dari 24 tahun dalam mengelola pameran berskala besar. Dengan investasi pemasaran tahunan mencapai US$7 juta, CMES Indonesia menerapkan strategi Online-to-Offline (O2O) yang komprehensif untuk memastikan visibilitas maksimal bagi para peserta.

Keunggulan Strategi CMES Indonesia:
  • Integrasi Media Digital: Kolaborasi dengan platform global (Google, Meta, TikTok) dan media nasional terkemuka seperti Media Indonesia untuk kampanye konten dan live streaming.
  • Visibilitas Luring: Pemasangan iklan luar ruang di jalan tol, pusat transportasi utama Jakarta, dan kawasan industri strategis.
  • Pencocokan Data Cerdas: Penggunaan analisis data untuk matchmaking yang akurat antara peserta pameran dengan pembeli berkualitas dan pengambil keputusan.

Selain pameran produk, CMES Indonesia juga menjalin kemitraan dengan pemerintah dan asosiasi industri untuk menyelenggarakan forum tingkat tinggi serta International Buyer Matchmaking Meeting. Agenda ini diharapkan menjadi jembatan bagi para pelaku usaha untuk memperluas jaringan bisnis dan mempercepat adopsi teknologi manufaktur cerdas di tanah air. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya