Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan, Chung-Liang Shih, menyatakan Taiwan telah melampaui standar Gold Tier Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam upaya eliminasi hepatitis C, menjadikannya salah satu negara dengan kemajuan tercepat menuju target global 2030.
Dalam pernyataannya, Shih mengatakan bahwa hingga Juni 2025, sekitar 90,2% penderita hepatitis C kronis di Taiwan telah terdiagnosis. Dari jumlah tersebut, 92,6% telah menerima pengobatan menggunakan terapi antivirus kerja langsung (direct-acting antivirals/DAA).
Capaian tersebut melampaui indikator programatik Gold Tier dalam kerangka Path to Elimination (PTE) WHO, yang menjadi acuan global untuk validasi eliminasi hepatitis virus.
“Hasil ini menunjukkan efektivitas pendekatan terintegrasi dalam sistem kesehatan kami,” ujar Shih.
Secara global, hepatitis C masih menjadi masalah kesehatan utama dengan sekitar 58 juta orang hidup dengan infeksi kronis. Meski belum tersedia vaksin, penyakit ini kini dapat disembuhkan melalui terapi DAA dalam waktu 8 hingga 12 minggu.
WHO melalui Deklarasi Glasgow 2015 menargetkan eliminasi hepatitis virus sebagai ancaman kesehatan masyarakat pada 2030. Taiwan menjadi salah satu wilayah yang menunjukkan kemajuan signifikan menuju target tersebut.
Menurut Shih, keberhasilan Taiwan didukung oleh integrasi layanan pencegahan, skrining, diagnosis, dan pengobatan dalam sistem asuransi kesehatan nasional. Program layanan kesehatan preventif dewasa juga memperluas akses skrining hepatitis B dan C.
Selain pengobatan, Taiwan memperkuat aspek pencegahan. Pemerintah mencatat 100% keamanan dalam kualitas transfusi darah dan praktik suntikan medis. Program pengurangan dampak buruk juga diterapkan, termasuk distribusi lebih dari 150 jarum suntik steril per orang per tahun bagi pengguna narkoba suntik.
Pemerintah juga memprioritaskan kelompok berisiko tinggi, termasuk orang dengan HIV, pasien penyakit ginjal stadium akhir, peserta terapi agonis opioid, serta populasi di lembaga pemasyarakatan.
Dalam dua dekade terakhir, Taiwan mencatat penurunan signifikan pada angka kejadian dan kematian akibat kanker hati, yang dikaitkan dengan kebijakan penanganan hepatitis yang konsisten.
Taiwan telah menyerahkan laporan eliminasi hepatitis C kepada Kantor Regional WHO Pasifik Barat untuk proses validasi resmi dalam kerangka Gold Tier PTE.
Shih menyatakan Taiwan akan terus bekerja sama dengan komunitas internasional untuk mempercepat pencapaian target eliminasi hepatitis global. (Z-10)
Indonesia pimpin suara Global South dalam negosiasi WHO Pandemic Agreement 2026. Cek latar belakang Uni Eropa dinilai hambat kesetaraan akses kesehatan global.
Argentina resmi keluar dari WHO menyusul langkah AS. Presiden Javier Milei tegaskan penarikan ini demi kedaulatan penuh dan kritik atas manajemen pandemi Covid-19.
Situasi Lebanon kian mencekam! WHO laporkan 14 petugas medis tewas dalam serangan udara terbaru. Total korban jiwa kini tembus 826 orang di tengah eskalasi konflik Israel-Hezbollah.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan ancaman hujan asam dan hujan hitam di Iran akibat serangan pada fasilitas minyak. Warga diminta waspada.
Denmark resmi jadi negara Uni Eropa pertama yang mencapai status eliminasi transmisi HIV dan sifilis dari ibu ke anak.
Penelitian: infeksi virus kronis, seperti herpes zoster, HIV, dan hepatitis C dapat meningkatkan risiko jantung dan stroke.
Hepatitis adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan proses peradangan pada hati. Penyebabnya berupa infeksi dan noninfeksi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved