Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Taiwan Klaim Lampaui Standar Emas WHO dalam Eliminasi Hepatitis C

 Gana Buana
02/4/2026 14:51
Taiwan Klaim Lampaui Standar Emas WHO dalam Eliminasi Hepatitis C
Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan, Taiwan, Dr. Chung-Liang Shih.(Dok. TETO)

MENTERI Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan, Chung-Liang Shih, menyatakan Taiwan telah melampaui standar Gold Tier Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam upaya eliminasi hepatitis C, menjadikannya salah satu negara dengan kemajuan tercepat menuju target global 2030.

Dalam pernyataannya, Shih mengatakan bahwa hingga Juni 2025, sekitar 90,2% penderita hepatitis C kronis di Taiwan telah terdiagnosis. Dari jumlah tersebut, 92,6% telah menerima pengobatan menggunakan terapi antivirus kerja langsung (direct-acting antivirals/DAA).

Capaian tersebut melampaui indikator programatik Gold Tier dalam kerangka Path to Elimination (PTE) WHO, yang menjadi acuan global untuk validasi eliminasi hepatitis virus.

“Hasil ini menunjukkan efektivitas pendekatan terintegrasi dalam sistem kesehatan kami,” ujar Shih.

Secara global, hepatitis C masih menjadi masalah kesehatan utama dengan sekitar 58 juta orang hidup dengan infeksi kronis. Meski belum tersedia vaksin, penyakit ini kini dapat disembuhkan melalui terapi DAA dalam waktu 8 hingga 12 minggu.

WHO melalui Deklarasi Glasgow 2015 menargetkan eliminasi hepatitis virus sebagai ancaman kesehatan masyarakat pada 2030. Taiwan menjadi salah satu wilayah yang menunjukkan kemajuan signifikan menuju target tersebut.

Menurut Shih, keberhasilan Taiwan didukung oleh integrasi layanan pencegahan, skrining, diagnosis, dan pengobatan dalam sistem asuransi kesehatan nasional. Program layanan kesehatan preventif dewasa juga memperluas akses skrining hepatitis B dan C.

Selain pengobatan, Taiwan memperkuat aspek pencegahan. Pemerintah mencatat 100% keamanan dalam kualitas transfusi darah dan praktik suntikan medis. Program pengurangan dampak buruk juga diterapkan, termasuk distribusi lebih dari 150 jarum suntik steril per orang per tahun bagi pengguna narkoba suntik.

Pemerintah juga memprioritaskan kelompok berisiko tinggi, termasuk orang dengan HIV, pasien penyakit ginjal stadium akhir, peserta terapi agonis opioid, serta populasi di lembaga pemasyarakatan.

Dalam dua dekade terakhir, Taiwan mencatat penurunan signifikan pada angka kejadian dan kematian akibat kanker hati, yang dikaitkan dengan kebijakan penanganan hepatitis yang konsisten.

Taiwan telah menyerahkan laporan eliminasi hepatitis C kepada Kantor Regional WHO Pasifik Barat untuk proses validasi resmi dalam kerangka Gold Tier PTE.

Shih menyatakan Taiwan akan terus bekerja sama dengan komunitas internasional untuk mempercepat pencapaian target eliminasi hepatitis global. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya