Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KANKER hati kini menjadi salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Menurut data terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kanker hati menempati peringkat ke-6 dalam daftar penyebab kematian akibat kanker secara global, dan terus menunjukkan peningkatan angka kasus, terutama di negara-negara berkembang.
Kanker hati, atau dikenal secara medis sebagai karsinoma hepatoseluler, sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Hal itu menyebabkan banyak penderita baru sadar setelah penyakit ini masuk stadium lanjut. Sehingga pengobatan jauh lebih sulit dan tingkat harapan hidup turun drastis.
Beberapa faktor risiko utama kanker hati meliputi infeksi hepatitis B dan C kronis, konsumsi alkohol berlebihan, sirosis hati, obesitas, serta paparan zat beracun seperti aflatoksin yang terdapat dalam makanan yang terkontaminasi jamur.
Dr. Andini Prasetya, Sp.PD-KGEH, seorang dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan gastroenterohepatologi di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), mengungkapkan bahwa deteksi dini sangat penting untuk meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan.
“Jika ditemukan lebih awal, kanker hati dapat diatasi melalui operasi, transplantasi hati, atau terapi ablasi. Sayangnya, mayoritas kasus ditemukan saat kanker sudah menyebar,” ujar Andini.
Langkah pencegahan paling efektif adalah dengan vaksinasi hepatitis B sejak dini dan pemeriksaan rutin, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit hati. Kunci utama mengurani potensi kanker hati ialah pola hidup sehat.
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI terus mengkampanyekan pentingnya imunisasi hepatitis serta skrining penyakit hati secara berkala. Upaya ini diharapkan mampu menurunkan angka kejadian kanker hati di Indonesia.
Masyarakat diimbau untuk lebih peduli terhadap kesehatan hati mereka. Hindari konsumsi alkohol berlebihan, periksa status hepatitis, jaga berat badan ideal, dan lakukan pemeriksaan fungsi hati secara berkala, khususnya jika memiliki riwayat keluarga dengan penyakit hati.
Kanker hati merupakan ancaman nyata. Dengan pengetahuan dan kewaspadaan, penyakit mematikan ini bisa dicegah dan ditangani lebih awal. (allodokter/Z-2)
WHO terus memantau sejumlah penyakit infeksi paru berat seperti flu burung, MERS, influenza berat, dan virus Nipah yang berisiko tinggi bagi kesehatan global.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi memasukkan virus Nipah (NiV) ke dalam daftar patogen prioritas yang berpotensi memicu pandemi berikutnya.
DISEASE Outbreak News (DONs) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan laporan resmi meninggalnya pasien akibat infeksi virus Nipah (NiV) di Banglades
LEBIH dari 18.500 pasien di Gaza, Palestina, membutuhkan pengobatan medis khusus yang tidak tersedia di daerah kantong tersebut. Demikian menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
BARU-baru ini outbreak virus Nipah menyebabkan kewaspadaan kesehatan di banyak negara Asia. Infeksi virus Nipah pada manusia menyebabkan berbagai gejala, kenali penularan dan pengobatannya
LEDAKAN teknologi digital telah menyusup ke setiap sudut kehidupan anak-anak Indonesia, membawa kemudahan sekaligus ancaman diam-diam: krisis gaya hidup pasif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved