Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

Petugas Karhutla Gugur, DPR Minta Perlindungan Maksimal untuk Manggala Agni

Akmal Fauzi
01/4/2026 16:26
Petugas Karhutla Gugur, DPR Minta Perlindungan Maksimal untuk Manggala Agni
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman(Humas DPR RI)

WAKIL Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, menegaskan bahwa pekerjaan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan salah satu profesi dengan risiko tinggi.

Pernyataan itu merespons kabar duka dari barisan pejuang karhutla di Riau, Senin (30/3). Seorang personel Regu 4 Manggala Agni Daops Siak, Muharmizan (44), meninggal dunia secara mendadak usai menjalankan tugas pemadaman di Desa Palkun, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis.

“Nyawa itu sangat berharga. Karenanya, perlengkapan keselamatan itu sangat penting tersedia dan dipakai secara lengkap saat bertugas. Jangan sampai ada kejadian, tim Manggala Agni bertugas dengan standar keselamatan seadanya,” tegas Alex dalam pernyataan tertulis, Rabu *1/4).

Insiden serupa sebelumnya juga menimpa Ipda Donald Junus Halomoan, perwira Brimob Polda Riau, yang meninggal dunia pada Minggu, 4 Agustus 2025, saat bertugas menangani karhutla di Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Rokan Hilir.

Atas kejadian berulang yang menimpa personel yang dijuluki ‘Panglima Api’ tersebut, Alex mengingatkan jajaran Kementerian Kehutanan untuk memastikan kasus kematian mendadak tidak kembali terjadi, baik pada personel Manggala Agni maupun petugas lain yang terlibat dalam pemadaman karhutla.

“Mewakili pimpinan dan anggota Komisi IV DPR RI, kami menyampaikan duka mendalam atas gugurnya salah seorang anggota Regu 4 Manggala Agni Daops Siak,” ungkap Alex.

“Penyebab gugurnya personel Manggala Agni ini harus diselidiki hingga tuntas, agar kejadian serupa tak berulang lagi di masa depan,” tambahnya.

Selain itu, Alex meminta agar 956 personel Manggala Agni di bawah kendali Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Sumatera yang membawahi 10 provinsi di Pulau Andalas mendapatkan perlindungan asuransi kesehatan dan keselamatan kerja.

“Perlindungan asuransi kesehatan dan keselamatan kerja ini penting, sebagai bukti kehadiran negara dalam melindungi anggota keluarga dari personel yang mendapat beban tugas negara,” terang Alex.

Ia juga menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala bagi seluruh personel Manggala Agni.

“Dengan pemeriksaan kesehatan secara berkala, keselamatan personel yang diturunkan memadamkan kobaran api, jadi lebih terjaga sehingga tidak memicu terjadinya kecelakaan kerja,” ujarnya.

Jenazah almarhum Muharmizan telah dimakamkan di kampung halamannya di Kampung Rempak, Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak, Riau.

Sebaran Titik Api di Riau

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan BPBD dan Damkar Riau, Jim Gafur, mengungkapkan bahwa terdapat 21 titik api (hotspot) yang tersebar di sejumlah wilayah di Riau.

Di Kabupaten Pelalawan, terdapat tiga titik api aktif, masing-masing di Desa Merbau (Kecamatan Bunut), Desa Pulau Muda (Kecamatan Teluk Meranti), dan Desa Teluk Dalam (Kecamatan Kuala Kampar). Ketiganya masih mengeluarkan asap tebal sehingga proses pemadaman terus berlangsung.

Di Kota Dumai, dari lima titik api yang terpantau, sebagian besar telah berhasil dipadamkan. Dua titik di Kelurahan Mundam (Kecamatan Medang Kampai) serta satu titik di Kelurahan Bagan Besar Timur (Kecamatan Bukit Kapur) dilaporkan padam total.

Sementara itu, satu titik di Kelurahan Tanjung Palas masih menyisakan asap tipis dan dalam tahap pendinginan.

Di Kabupaten Indragiri Hulu, dua titik api terdeteksi di Desa Sekip Hilir dan Desa Redang. Satu titik telah padam total, sementara satu lainnya masih dalam proses pendinginan.

Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir dengan tiga titik api di Desa Pasir Mas, Desa Teluk Nibung, dan Desa Bekawan yang masih mengeluarkan asap tipis.

Adapun Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah dengan jumlah titik api terbanyak, yakni delapan titik. Sejumlah lokasi seperti Desa Sukarjo Mesim, Pergam, Teluk Lecah, hingga Titi Akar masih dilaporkan memiliki api aktif disertai asap tebal.

Upaya pemadaman terus dilakukan secara intensif, termasuk dengan penyekatan menggunakan alat berat guna mencegah api meluas. (P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya