Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 33.044 calon mahasiswa pendaftar KIP Kuliah Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dinyatakan eligible (layak) dari total 64.471 pendaftar. Hal itu disampaikan oleh Plt Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Sandro Mihradi.
“Kemudian yang non-eligible ada 31.424. Nah kurang lebih memang 50 persen ya intinya tingkat selektivitasnya di sini,” ungkapnya dalam acara konferensi pers hasil seleksi jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) di Kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, Selasa (31/3).
Lebih lanjut, menurutnya dari jumlah tersebut, kebanyakan peserta merupakan penerima Program Indonesia Pintar (PIP) di jenjang SMA.
“Nah kalau kita lihat dari distribusinya memang sekitar 67 persen yang calon penerima KIP kuliah atau yang eligible KIP kuliah ini mereka penerima PIP SMA. Jadi ini kita lihat ada keberlanjutan begitu ya sedangkan 33 persen itu mereka sebelumnya belum menerima PIP SMA,” kata Sandro.
Selain itu, PTN akademik dengan pendaftar KIP Kuliah terbanyak di antaranya Universitas Malikussaleh 1.912, Universitas Negeri Medan 1.788, Universitas Negeri Padang 1.787, Universitas Negeri Surabaya 1.782, dan Universitas Negeri Makassar 1.516. Untuk PTN vokasi di antaranya Politeknik Negeri Jember 917, Politeknik Negeri Sriwijaya 697, Politeknik Negeri Medan 605, Politeknik Negeri Lhokseumawe 564, dan Politeknik Negeri Lampung 518.
Sandro menambahkan, setelah menerima daftar siswa pendaftar KIP Kuliah yang lulus seleksi PTN jalur SNBP, setiap perguruan tinggi akan mendapatkan informasi seberapa banyak dari pendaftar lulus SNBP yang eligible KIP kuliah.
“Nah yang perlu dilakukan oleh perguruan tinggi adalah yang memastikan calon mahasiswa untuk segera melakukan registrasi ulang di perguruan tinggi karena ini adalah tahapan penting supaya statusnya naik dari calon penerima menjadi penerima. Mereka harus registrasi ulang. Lalu juga harus melakukan verifikasi dan validasi berdasarkan dokumen pendaftaran dengan menggunakan data ekonomi di sistem informasi mahasiswa KIP Kuliah atau lewat sistem informasi pendaftaran mahasiswa baru di perguruan tinggi masing-masing,” tuturnya.
Dia pun meminta kerja sama dari pihak PTN untuk melakukan verifikasi data dan validasi, baik secara langsung melalui wawancara atau datang dan melakukan uji petik di beberapa lokasi secara offline atau daring dengan wawancara secara daring.
“Lalu menyampaikan laporan verifikasi dan validasi kepada PPAPT dalam waktu yang nanti telah ditentukan,” urai Sandro.
Untuk calon mahasiswa yang belum masuk DTSEN namun masuk kategori miskin, dia mengimbau perguruan tinggi untuk mengusahakan agar melakukan verifikasi dan validasi agar calon mahasiswa tersebut dapat menerima KIP Kuliah.
“Nah ini nanti statusnya itu akan kita munculkan sebagai pending istilahnya, menunggu verifikasi dan validasi dari masing-masing perguruan tinggi. Jadi kalau memang mereka ternyata layak benar-benar dari golongan ekonomi yang sangat miskin sampai rentan miskin atau pendapatan keluarganya itu di bawah UMP minimum provinsi, itu mereka memang harus diperjuangkan untuk bisa mendapatkan KIP Kuliah,” pungkas Sandro. (E-4)
WAKIL Ketua Komisi X DPR RI Kurniasih Mufidayati mendorong optimalisasi alokasi Program Indonesia Pintar (PIP), KIP Kuliah, bantuan UKT bagi korban bencana Sumatra.
WAKIL Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Tamsil Linrung menegaskan pentingnya pemerataan akses pendidikan melalui program Beasiswa KIP Kuliah.
Kemenag bantuan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) tahun anggaran 2025 kepada 25.964 mahasiswa.
PERASAAN gembira menyelimuti hati Ukhti Nia Ulfa, mahasiswa peraih beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) di Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh.
Sehari sebelum keberangkatan mengadu nasib menuju pulau Jawa itu, sebuah kabar datang laksana guyuran hujan di tengah kemarau panjang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved