Headline

Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.

5 Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-Diam Picu Demensia, Banyak yang tak Sadar

Intan Safitri
30/3/2026 17:44
5 Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-Diam Picu Demensia, Banyak yang tak Sadar
Kebiasaan sehari-hari seperti kurang tidur hingga pola makan buruk diam-diam merusak otak.(Freepik)

BANYAK orang menganggap kurang tidur hal biasa. Padahal, ini langsung berdampak ke fungsi otak.

Dilansir dari BMC Public Health, kualitas tidur yang buruk mengganggu proses pembentukan memori. Studi lain juga menunjukkan kurang tidur berkaitan dengan penumpukan protein berbahaya di otak yang berhubungan dengan Alzheimer.

Dokter menyebut kondisi ini bukan sekadar lelah, melainkan kurang tidur yang secara kronis bisa mempercepat penurunan fungsi kognitif.

1. Konsumsi Alkohol Berlebihan Percepat Penuaan Otak

Sejumlah riset yang dirangkum media kesehatan global menunjukkan alkohol dapat mempercepat penuaan otak dan meningkatkan risiko demensia. Zat ini bersifat neurotoksik dan dapat merusak sel saraf secara bertahap.

Artinya, efeknya tidak langsung terasa, tapi akumulatif dan berbahaya dalam jangka panjang.

2. Jarang Bergerak, Fungsi Otak Ikut Menurun

Gaya hidup pasif atau sedentary semakin umum, terutama sejak aktivitas serba digital.

Padahal, studi ilmiah menunjukkan aktivitas fisik berperan penting dalam menjaga fungsi kognitif. Kurang gerak membuat aliran darah ke otak tidak optimal, sehingga kemampuan berpikir dan mengingat ikut menurun.

Peneliti menekankan bahwa olahraga rutin dapat memperlambat risiko penurunan fungsi otak.

3. Merokok Merusak Pembuluh Darah di Otak

Rokok tidak hanya merusak paru-paru. Dampaknya juga langsung ke otak.

Penelitian kohort besar oleh ilmuwan Eropa menemukan bahwa perokok memiliki risiko demensia lebih tinggi dibandingkan non-perokok. Zat beracun dalam rokok merusak pembuluh darah dan mempercepat penuaan sel saraf.

Efeknya tidak instan, tapi berlangsung perlahan dan sulit dipulihkan.

4. Pola Makan Buruk Picu Peradangan Otak

Apa yang dikonsumsi setiap hari berpengaruh besar pada kesehatan otak. Ahli kesehatan menyebut pola makan tinggi gula, lemak jenuh, dan makanan ultra-proses dapat memicu peradangan yang berdampak pada fungsi memori.

Sebaliknya, pola makan sehat terbukti membantu menjaga fungsi kognitif tetap stabil seiring bertambahnya usia.

5. Faktor - Faktor Ini Bisa dikendalikan

Demensia tidak muncul tiba-tiba. Banyak kasus dipicu kebiasaan harian yang sering dianggap sepele.

Kurang tidur, konsumsi alkohol, jarang bergerak, merokok, dan pola makan buruk semuanya memiliki kaitan kuat dengan penurunan daya ingat.

Kabar baiknya, faktor-faktor ini bisa dikendalikan. Menjaga kualitas hidup sejak sekarang jadi langkah paling masuk akal untuk melindungi fungsi otak di masa depan. (Medical News Today/PMC/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya