Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Golongan Darah B Berisiko Lebih Tinggi Terkena Diabetes Tipe 2

Muhammad Ghifari A
29/3/2026 22:50
Golongan Darah B Berisiko Lebih Tinggi Terkena Diabetes Tipe 2
Golongan darah (atau kelompok darah) ditentukan, sebagian, oleh antigen golongan darah ABO yang terdapat pada sel darah merah. Antibodi dalam plasma darah kita mendeteksi keberadaan penanda antigen asing.(Doc InvictaHOG/Wikimedia Commons, domain publik)

SEBUAH studi terbaru menemukan bahwa orang dengan golongan darah B memiliki risiko sedikit lebih tinggi terkena Diabetes Tipe 2 dibandingkan dengan golongan darah lainnya.

Berdasarkan tinjauan besar (umbrella review) yang dirilis pada 2024, risiko tersebut meningkat sekitar 28 persen dibandingkan individu dengan golongan darah non-B. Meski demikian, para ahli menekankan bahwa angka ini tergolong kecil jika dibandingkan dengan faktor gaya hidup.

Hasil dari Analisis Besar

Penelitian yang dipimpin oleh epidemiolog Fang-Hua Liu dari Rumah Sakit Shengjing Universitas Kedokteran China ini menganalisis 51 tinjauan sistematis dengan total 270 hubungan antara golongan darah dan berbagai penyakit.

Dari ratusan hubungan tersebut, hanya satu yang memiliki bukti paling kuat dan konsisten, yaitu keterkaitan antara golongan darah B dan diabetes tipe 2.

Para peneliti menggunakan berbagai uji statistik untuk memastikan hasilnya valid, termasuk menguji konsistensi data, ukuran sampel, hingga kemungkinan bias dalam penelitian sebelumnya.

Apa Itu Golongan Darah?

Golongan darah manusia dibagi berdasarkan sistem Sistem ABO dan faktor Rhesus (Rh).

  • Golongan darah A, B, dan AB memiliki antigen tertentu di permukaan sel darah merah
  • Golongan darah O tidak memiliki antigen tersebut
  • Faktor Rh menentukan apakah darah bersifat positif atau negatif

Perbedaan kecil pada struktur ini diduga dapat memengaruhi kerentanan seseorang terhadap penyakit tertentu.

Bukan Penentu Utama

Meski ditemukan hubungan, para peneliti menegaskan bahwa peningkatan risiko 28 persen ini masih tergolong rendah dibandingkan faktor lain.

Sebagai perbandingan:

  • Konsumsi 50 gram daging olahan per hari dapat meningkatkan risiko hingga 37%
  • Gaya hidup tidak aktif dapat meningkatkan risiko hingga lebih dari 100%
  • Kelebihan berat badan tetap menjadi faktor risiko terbesar

Artinya, pola hidup sehat tetap jauh lebih berpengaruh dibandingkan golongan darah.

Penyebab Masih Diteliti

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan golongan darah B memiliki risiko lebih tinggi.

Beberapa penelitian terbaru menunjukkan kemungkinan peran mikrobioma usus, namun hal ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Studi ini menunjukkan adanya hubungan nyata antara golongan darah B dan peningkatan risiko diabetes tipe 2, meskipun dampaknya relatif kecil.

Temuan ini dapat menjadi tambahan informasi dalam memahami risiko kesehatan seseorang, namun bukan menjadi faktor penentu utama. Para ahli tetap menekankan pentingnya menjaga pola makan, aktivitas fisik, dan berat badan untuk mencegah diabetes.

Sumber: Science Alert



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya