Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGGUNAAN suplemen magnesium untuk membantu tidur sedang naik daun. Dari sleepy girl mocktail hingga minuman serbuk berwarna pink, tren ini ramai dipromosikan oleh influencer kesehatan. Tapi, apakah benar efektif?
Magnesium memang mineral esensial yang terlibat dalam lebih dari 300 proses tubuh, termasuk produksi melatonin, hormon yang mengatur siklus tidur. Selain itu, magnesium juga berperan dalam fungsi otot, saraf, tekanan darah, hingga metabolisme energi.
Namun, klaim bahwa suplemen magnesium bisa memperbaiki kualitas tidur belum sepenuhnya didukung bukti ilmiah yang kuat.
Sejumlah studi kecil menunjukkan hasil positif. Misalnya, penelitian tahun 2025 menemukan bahwa konsumsi 250 mg magnesium biglycinate dapat memperbaiki gejala insomnia dalam empat minggu.
Studi lain juga menunjukkan orang yang mengonsumsi magnesium lebih tinggi cenderung memiliki kualitas tidur lebih baik. Namun, banyak penelitian ini memiliki keterbatasan, baik dari ukuran sampel maupun kualitas metodologi.
Artinya adalah ada potensi manfaat, tapi belum cukup kuat untuk menjadi “solusi utama”.
Efektivitas magnesium juga bergantung pada jenisnya:
Pemilihan jenis yang salah justru bisa menimbulkan efek samping, bukan memperbaiki tidur.
Meski tergolong aman bagi banyak orang, konsumsi berlebihan bisa berbahaya. Dosis lebih dari 350 mg dari suplemen dapat menyebabkan:
Orang dengan gangguan ginjal, jantung, atau pencernaan perlu ekstra hati-hati.
Para ahli menegaskan: magnesium bukan “peluru ajaib” untuk tidur. Jika pola tidur buruk, seperti begadang, stres tinggi, atau penggunaan gadget berlebihan, suplemen tidak akan banyak membantu.
Langkah pertama tetap pada perbaikan gaya hidup:
Jika masalah tidur berlanjut, konsultasi dengan dokter jauh lebih disarankan.
Karena regulasi suplemen tidak seketat obat, kualitas produk bisa bervariasi. Pilih produk dengan sertifikasi pihak ketiga seperti:
Ini membantu memastikan kandungan sesuai label dan aman dikonsumsi.
Magnesium memang penting untuk tubuh dan berpotensi membantu tidur. Namun, bukti ilmiah masih terbatas, dan manfaatnya tidak universal. Gunakan dengan bijak, bukan sebagai solusi utama, melainkan pelengkap gaya hidup sehat. (Z-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved