Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Gelar Sejumlah Konferensi Internasional 2026, Binus Dorong Penguatan Talenta Indonesia

Naufal Zuhdi
29/3/2026 00:05
Gelar Sejumlah Konferensi Internasional 2026, Binus Dorong Penguatan Talenta Indonesia
Binus University menyelenggarakan serangkaian konferensi internasional sepanjang 2026 sebagai upaya memperkuat kolaborasi antara akademisi, industri, dan pembuat kebijakan.(Dok. Binus University)

DI tengah persaingan global yang semakin ketat, forum internasional dinilai memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kolaborasi lintas negara melalui pertukaran gagasan, riset, dan pengalaman menjadi kunci untuk memperkuat daya saing talenta di tingkat global.

Sejalan dengan hal tersebut, Binus University menyelenggarakan serangkaian konferensi internasional sepanjang 2026 sebagai upaya memperkuat kolaborasi antara akademisi, industri, dan pembuat kebijakan, khususnya di kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur, termasuk Korea.

Rangkaian kegiatan diawali melalui International Conference of Biospheric Harmony and Advanced Research (Icobar) 2026 yang digelar pada Februari lalu bekerja sama dengan Korean Institute of Information Technology. Konferensi ini menghadirkan ratusan riset global yang membahas isu teknologi, bisnis, tata kelola, serta keberlanjutan.

Momentum kolaborasi berlanjut pada diskusi publik yang menghadirkan akademisi Stanford University, Gi-Wook Shin, dalam forum hasil kerja sama Binus dengan Endgame yang dipandu Gita Wirjawan.

Dalam forum tersebut, isu brain circulation atau sirkulasi talenta menjadi sorotan utama sebagai pendekatan yang lebih konstruktif dibanding sekadar perpindahan tenaga terdidik ke luar negeri.

Wakil Rektor Riset dan Transfer Teknologi Binus, Juneman Abraham, menilai mobilitas talenta perlu dikelola sebagai bagian dari penguatan ekosistem nasional.

"Fenomena seperti 'kabur aja dulu' tidak bisa dilihat sekadar sebagai tren, tetapi sebagai refleksi kebutuhan akan ekosistem yang lebih mendukung. Yang perlu didorong bukan sekadar perpindahan talenta, tetapi brain circulation yang memberdayakan," ujarnya dikutip dari siaran pers yang diterima, Sabtu (28/3).

Menurutnya, konsep tersebut memungkinkan individu mengembangkan kapasitas di tingkat global tanpa kehilangan keterkaitan dan kontribusi terhadap negara asal.

Sementara itu, Gi-Wook Shin memperkenalkan bukunya The Four Talent Giants yang mengulas strategi negara-negara Asia Pasifik dalam mengelola talenta di tengah kompetisi global. Buku tersebut juga diserahkan kepada perpustakaan Binus sebagai bagian dari kontribusi akademik.

"Saya melihat adanya tekad untuk membangun platform akademik yang relevan. Kolaborasi dalam forum seperti ini penting untuk mendorong pertukaran gagasan dan mendukung generasi muda," tambahnya.

Kolaborasi dengan Endgame juga dinilai penting untuk memperluas akses publik terhadap gagasan akademik. Managing Producer Endgame, Aulia Septiadi, menekankan pentingnya demokratisasi pengetahuan agar dapat diakses lebih luas oleh masyarakat.

Ke depan, Binus akan melanjutkan agenda internasional melalui We Are Student Conference pada kuartal ketiga 2026, yang dirancang sebagai ruang bagi mahasiswa untuk mempresentasikan riset dan solusi dari perspektif global.

Selain itu, pada akhir tahun Binus juga menyiapkan konferensi internasional di bidang pariwisata dan ekonomi bersama pemerintah Indonesia dengan fokus pada penguatan kerja sama Indonesia-Korea.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Binus University menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan dan riset yang terintegrasi secara global, sekaligus mendorong lahirnya talenta yang adaptif, berdaya saing, dan mampu berkontribusi dalam pembangunan nasional maupun percaturan internasional. (Fal/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Mirza
Berita Lainnya