Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
KONSUMSI vitamin D memang penting untuk menjaga kesehatan tulang dan meningkatkan sistem imun. Namun, terlalu banyak mengonsumsi suplemen vitamin D ini justru bisa berbahaya bagi tubuh.
Melansir dari laman Mayo Clinic, kelebihan vitamin D atau yang dikenal sebagai hipervitaminosis D merupakan kondisi langka, tetapi dapat menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan. Kondisi ini terjadi ketika kadar vitamin D dalam tubuh terlalu tinggi, biasanya akibat konsumsi suplemen vitamin D dalam dosis besar secara berlebihan.
Berbeda dengan anggapan umum, kelebihan vitamin D hampir tidak mungkin terjadi akibat pola makan atau paparan sinar matahari. Hanya sedikit makanan yang secara alami mengandung vitamin D, seperti ikan berlemak, jamur tertentu, dan kuning telur. Bahkan produk yang diperkaya vitamin D, seperti susu, umumnya tidak mengandung vitamin ini dalam jumlah tinggi.
Selain itu, tubuh juga memiliki mekanisme alami untuk mengatur produksi vitamin D dari sinar matahari, sehingga tidak menyebabkan kelebihan.
Risiko terbesar dari kelebihan vitamin D adalah meningkatnya kadar kalsium dalam darah atau hiperkalsemia. Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai gejala, seperti:
Dalam kondisi yang lebih serius, hiperkalsemia juga dapat menyebabkan nyeri tulang serta gangguan pada ginjal, termasuk pembentukan batu ginjal.
Penanganan utama untuk kondisi overdosis vitamin D adalah menghentikan konsumsi suplemen. Dalam beberapa kasus, pasien mungkin memerlukan perawatan medis seperti pemberian cairan infus untuk menjaga hidrasi. Dokter juga dapat meresepkan obat-obatan tertentu, seperti kortikosteroid atau bifosfonat, untuk menurunkan kadar kalsium dalam darah.
Selain itu, pasien biasanya diminta membatasi asupan makanan dan minuman yang mengandung kalsium selama masa pemulihan.
Untuk mencegah kelebihan vitamin D, penting untuk memperhatikan dosis harian. Mayo Clinic menyebutkan bahwa batas aman konsumsi vitamin D bagi orang dewasa adalah maksimal 4.000 IU per hari, kecuali atas anjuran dokter. Sementara itu, kebutuhan harian rata-rata orang dewasa umumnya sekitar 600 IU.
Dalam kondisi tertentu, seperti kekurangan vitamin D, dokter mungkin akan meresepkan dosis yang lebih tinggi. Namun, penggunaan dosis tinggi ini biasanya dilakukan dalam jangka waktu terbatas dan disertai pemantauan kadar vitamin D serta kalsium dalam darah.
Mengonsumsi suplemen vitamin memang bisa membantu memenuhi kebutuhan nutrisi. Namun, penggunaannya tidak boleh sembarangan.
Konsultasi dengan tenaga kesehatan sangat disarankan sebelum mengonsumsi suplemen, agar dosis yang dikonsumsi sesuai dengan kebutuhan tubuh dan tidak menimbulkan risiko kesehatan. Dengan pemakaian yang tepat, vitamin D tetap memberikan manfaat optimal tanpa menimbulkan efek samping berbahaya.
(Cleaveland Clinic/H-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved