Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMBANGUN tubuh yang kuat memerlukan perpaduan antara disiplin latihan dan kecerdasan nutrisi, dengan Vitamin D memegang peranan krusial. Alih-alih sekadar nutrisi tambahan, vitamin yang larut dalam lemak ini merupakan fondasi utama bagi siapa saja yang mendambakan tubuh sehat dan kokoh.
Vitamin D memegang kendali vital dalam menjaga kepadatan tulang serta meminimalisir risiko cedera seiring bertambahnya usia.
Berikut adalah beberapa manfaat utama Vitamin D dalam mengoptimalkan kesehatan tulang Anda.
1. Meningkatkan Penyerapan Kalsium dan Fosfor
Tanpa bantuan Vitamin D, tubuh hanya mampu menyerap sekitar 10-15% kalsium dari makanan. Ia dapat meningkatkan efisiensi penyerapan hingga 30-40%, memastikan mineral sampai ke tempat yang membutuhkan.
2. Mencegah Penyakit Tulang
Pada anak-anak, kondisi ini dapat menyebabkan rakhitis yang ditandai dengan kelemahan tulang serta perubahan bentuk fisik seperti kaki yang melengkung atau cekung.
Sementara itu, pada orang dewasa, defisiensi ini mengakibatkan osteomalasia, sebuah kondisi di mana tulang menjadi lunak dan lemah.
Dalam jangka panjang, hal ini bisa berkembang menjadi osteoporosis, yaitu kondisi saat kepadatan tulang menurun drastis sehingga tulang menjadi sangat rapuh dan rentan patah.
3. Mendukung Pertumbuhan Tulang pada Anak
Membantu proses pengerasan tulang pada anak-anak agar tumbuh tinggi dan kuat.
4. Mengatur Kadar Kalsium dan Forfor dalam Darah
Membantu mengatur kadar kalsium dan fosfor dalam darah, yang penting untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi.
5. Mengurangi Risiko Patah Tulang pada Lansia
Defisiensi vitamin D pada lansia dapat meningkatkan risiko patah tulang karena osteoporosis. Oleh karena itu, penting bagi lansia untuk memastikan asupan vitamin D yang cukup.
Mendapatkan asupan Vitamin D sebenarnya cukup mudah jika Anda tahu sumbernya:
1. Sinar Matahari
Paparan sinar matahari adalah sumber utama vitamin D. Sinar UVB dari matahari memicu sintesis vitamin D di kulit.
2. Makanan
Beberapa makanan yang kaya vitamin D termasuk ikan berlemak (seperti salmon, tuna, dan mackerel), minyak ikan, kuning telur, hati sapi, dan makanan yang diperkaya vitamin D seperti susu, jus jeruk, dan sereal.
3. Suplemen
Suplemen vitamin D dapat digunakan untuk memastikan asupan yang cukup, terutama bagi mereka yang memiliki risiko defisiensi.
Sering kali, kekurangan Vitamin D tidak menunjukkan gejala sehingga banyak orang tidak menyadarinya. Namun, seiring berjalannya waktu, tubuh akan mulai mengirimkan sinyal melalui rasa lelah yang terus-menerus, kelemahan fisik, serta munculnya nyeri pada tulang dan otot, termasuk kram.
Selain berdampak pada fisik, kondisi ini juga memengaruhi kesehatan mental seperti perubahan suasana hati hingga gejala depresi, serta melemahnya sistem imun yang membuat seseorang menjadi mudah sakit atau terkena infeksi.
Kurangnya paparan sinar matahari (terutama di daerah perkotaan atau bagi pemilik kulit gelap), diet yang tidak seimbang, masalah penyerapan pada usus (seperti penyakit Celiac), hingga faktor obesitas yang menyebabkan vitamin terjebak dalam jaringan lemak, menjadi penyebab utama yang sering ditemui.
Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kelompok yang berisiko tinggi mengalami kekurangan vitamin D meliputi bayi, anak-anak, wanita hamil dan menyusui, orang dewasa yang lebih tua, dan orang dengan kulit gelap. (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Halodoc/Z-1)
Vitamin D membantu penyerapan kalsium, sehingga mendukung pertumbuhan tulang dan gigi anak, mencegah osteoporosis pada lansia.
Ketahui kandungan Vitamin D per 100 g pada ikan: salmon 450 IU, makarel 366 IU, sarden 193 IU. Lengkap dengan manfaat bagi tulang, otot, dan kekebalan tubuh optimal.
Vitamin D kerap diasosiasikan sebagai suplemen yang mampu memperlambat penuaan. Vitamin D memang penting untuk membangun otot dan tulang.
Studi terbaru menunjukkan konsumsi vitamin D sebagai suplemen tidak memberikan perlindungan yang bermakna secara statistik terhadap infeksi saluran pernapasan akut.
MENJAGA kesehatan tubuh bukan hanya soal kebiasaan, tetapi juga bentuk investasi jangka panjang.
Bayi berusia 0-6 bulan merupakan kelompok paling rentan mengalami kekurangan vitamin D.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved