Headline

Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.

Strategi Urai Macet: WFA Lebaran 2026 Resmi Dimulai Hari Ini

Media Indonesia
16/3/2026 09:24
Strategi Urai Macet: WFA Lebaran 2026 Resmi Dimulai Hari Ini
Ilustrasi(Freepik.com)

 

JAKARTA – Kebijakan bekerja dari mana saja atau Work From Anywhere (WFA) dalam rangka menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah resmi diberlakukan mulai hari ini, Senin (16/3/2026). Langkah ini diambil pemerintah untuk mendistribusikan arus pergerakan masyarakat agar tidak menumpuk pada puncak mudik Lebaran 2026.

Kebijakan ini tertuang dalam dua regulasi utama, yakni Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 2 Tahun 2026 untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Surat Edaran Menaker Nomor M/2/HK.04/II/2026 bagi pekerja sektor swasta.

Jadwal WFA ASN Lebaran 2026

Bagi ASN, pemerintah menetapkan total lima hari WFA yang dibagi menjadi dua periode, yaitu sebelum libur nasional Nyepi (yang berdekatan dengan Lebaran) dan setelah libur Idul Fitri:

  • Periode Mudik: Senin, 16 Maret 2026 dan Selasa, 17 Maret 2026.
  • Periode Arus Balik: Rabu, 25 Maret 2026 hingga Jumat, 27 Maret 2026.

Ketentuan WFA untuk Pegawai Swasta

Berbeda dengan ASN yang memiliki jadwal tetap, untuk sektor swasta sifatnya adalah imbauan yang disesuaikan dengan kebijakan internal perusahaan. Namun, Menaker Yassierli menekankan beberapa poin penting bagi perusahaan yang menerapkan WFA:

Catatan Penting:
  1. WFA bukan merupakan hari libur tambahan.
  2. WFA tidak memotong jatah cuti tahunan pegawai.
  3. Upah dan tunjangan wajib dibayar penuh sesuai kesepakatan kerja.
  4. Sektor vital (Kesehatan, Logistik, Keamanan) tetap beroperasi secara on-site.

Upaya Mengurai Kemacetan

Menteri PANRB Rini Widyantini menyatakan bahwa WFA ini bertujuan untuk memberikan fleksibilitas bagi pegawai tanpa mengganggu pelayanan publik. Dengan adanya WFA pada 16-17 Maret, ASN dan karyawan swasta yang mendapatkan izin bisa memulai perjalanan mudik lebih awal, mengingat puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 18-19 Maret 2026.

Pemerintah berharap dengan skema ini, beban jalan tol dan fasilitas transportasi umum dapat berkurang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga produktivitas meskipun bekerja dari kampung halaman.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya