Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Cara Mengatasi Anak Picky Eater Menurut Dokter Spesialis Anak

Putri Rosmalia Octaviyani
07/3/2026 18:23
Cara Mengatasi Anak Picky Eater Menurut Dokter Spesialis Anak
Ilustrasi, anak picky eater.(Dok. Freepik)

MENGHADAPI anak yang sangat pemilih makanan atau picky eater sering kali menjadi tantangan besar bagi orang tua. Rasa khawatir akan kurangnya asupan nutrisi sering kali berujung pada paksaan saat makan, yang justru bisa memperburuk keadaan.

Dokter spesialis anak, Ian Suryadi Suteja, membagikan kiat praktis bagi orang tua untuk mengatasi kebiasaan ini tanpa stres. Kuncinya terletak pada pengenalan tekstur dan metode bertahap yang disebut sensory food hierarchy.

Mengenal Metode Sensory Play dan Sensory Food Hierarchy

Dalam diskusi kesehatan di Jakarta, Jumat (6/3/2026), dr. Ian menyarankan orang tua untuk memanfaatkan sensory play atau permainan sensorik. Metode ini melibatkan berbagai tekstur makanan untuk melatih kepekaan indra anak.

"Kita atasi dulu picky eater-nya, boleh lakukan misalnya sensory play dengan berbagai macam tekstur (makanan). Cari segala macam ide-ide sensory play setiap harinya ada. Kemudian, Anda boleh belajar tentang sensory food hierarchy," kata dr. Ian.

Tahapan Sensory Food Hierarchy untuk Anak

Menerapkan metode sensory food hierarchy membantu anak mengenal makanan melalui berbagai tahapan interaksi yang tidak menekan. Dokter lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) itu menyampaikan bahwa orang tua dapat mulai dengan meletakkan makanan yang tidak disukai anak di dalam piring setiap hari.

Tujuannya adalah agar anak terbiasa melihat makanan tersebut tanpa merasa dipaksa untuk memakannya. Dalam proses ini, anak biasanya akan melalui beberapa fase:

  • Melihat: Membiasakan mata anak dengan kehadiran makanan baru.
  • Penasaran: Timbulnya minat setelah frekuensi paparan visual meningkat.
  • Menyentuh & Mencium: Mulai berinteraksi dengan tekstur dan aroma.
  • Mencoba: Akhirnya anak berani memasukkan makanan ke mulut.

"Kalau dia picky eater, misalnya anaknya tidak mau makan daging sama sekali, tiap hari Anda harus kasih daging di dalam piring. Suruh anak lihat terus, perkara dia tidak mau makan tidak apa-apa, yang penting tiap hari dibiasakan ada di situ. Lama-lama anak terbiasa melihat, pasti penasaran," ujarnya.

Kaitan Picky Eater dengan Alergi Susu Sapi

Selain faktor kebiasaan, dr. Ian juga menyarankan orang tua untuk memastikan apakah anak mengalami alergi susu sapi. Hal ini sering ditemukan pada anak-anak yang memiliki kecenderungan pemilih makanan.

Menurutnya, banyak orang tua mengklaim anaknya alergi susu sapi, namun setelah diperiksa secara medis ternyata tidak terbukti. Padahal, susu tinggi kalori yang sering dibutuhkan anak susah makan biasanya mengandung protein susu sapi.

Cara Mengetahui Alergi Susu Sapi pada Anak

Untuk memastikannya, dr. Ian membagikan metode observasi mandiri bagi orang tua:

  1. Berikan susu sapi dan perhatikan gejala seperti ruam, muntah, batuk, atau pilek.
  2. Jika muncul gejala, hentikan pemberian susu sapi selama 2-4 minggu hingga gejala hilang secara konstan.
  3. Lakukan re-challenge (mencoba kembali) memberikan susu sapi.
  4. Jika gejala muncul kembali dalam waktu 1-3 hari, maka anak dipastikan memiliki alergi susu sapi.

Konsultasikan selalu kondisi kesehatan anak dengan dokter spesialis untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan nutrisi yang tepat. (Ant/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya