Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Yok Kita Gas, Aksi Nyata BRI Atasi Masalah Sampah

Siti Retno Wulandari
20/2/2026 20:56
Yok Kita Gas, Aksi Nyata BRI Atasi Masalah Sampah
Aksi bersih-bersih sampah di pantai wilayah Bali sebagai bagian dari Program Yok Kita Gas dan dukungan pada Gerakan Indonesia ASRI(Dok BRI)

PERSOALAN sampah tentu bukan sekadar aksi perorangan ataupun pemerintah, tetapi juga butuh dukungan dari beragam sektor agar bisa teratasi secara berkelanjutan. Tak terkecuali PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI melalui program BRI Peduli menjalankan tanggung jawab sosial lingkungannya terkhusus pada persoalan sampah.

Beragam program nyata dihadirkan untuk mengatasi masalah sampah di berbagai wilayah Indonesia lewat program BRI Peduli 'Yok Kita Gas'. Sejak digulirkan pada 2021, ‘Yok Kita Gas’ telah dilaksanakan di 41 lokasi di Indonesia yang terdiri dari 5 lokasi di Pasar Tradisional dan 36 lokasi di lingkungan masyarakat.

“Program ini memberikan dampak bagi masyarakat di berbagai wilayah baik dari sisi sosial, ekonomi, dan lingkungan. Ini sejalan dengan komitmen BRI mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals) yang tersirat pada Pilar Pembangunan Sosial, Pilar Pembangunan Ekonomi dan Pilar Pembangunan Lingkungan,” ucap Corporate Secretary BRI, Dhanny. 

Yok Kita Gas pun sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung program Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam mengatasi persoalan sampah dan menjaga kelestarian lingkungan. Gerakan Indonesia ASRI merupakan inisiatif strategis yang dicanangkan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui perbaikan lingkungan serta penguatan partisipasi sosial.

Gerakan ini dilandasi kesadaran bahwa pembangunan nasional tidak semata diukur dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kondisi lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan indah sebagai ruang hidup masyarakat. Salah satu bentuk nyata dukungan Gerakan Indonesia ASRI dan program Yok Kita Gas, BRI melakukan aksi “Bersih-bersih Pantai untuk Lingkungan Berkelanjutan” yang berlangsung di Pantai Kedonganan, Desa Kedonganan, Badung, Provinsi Bali pada bulan lalu. Dalam aksi tersebut, ratusan relawan yang terdiri dari pekerja BRI dan masyarakat terjun langsung melakukan aksi pemungutan sampah di sekitar Pantai Kedongan dengan luas area yang dibersihkan sebesar 8.250 m².

Dhanny menjelaskan, pihaknya secara konsisten menjalankan berbagai inisiatif untuk membantu mengatasi persoalan sampah melalui program-program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Kegiatan ini juga merupakan kesiapan BRI untuk terus berpartisipasi dalam berbagai kegiatan “korve” atau kerja bakti, termasuk aksi bersih sampah laut sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.

“Kami mengajak masyarakat untuk terus berkolaborasi membantu mengatasi persoalan sampah di sekitar pantai, agar tidak mencemari laut dan ekosistem pesisir dapat tetap terjaga," ujar Dhanny.

Hasil dari kegiatan tersebut, BRI Peduli berhasil mengumpulkan 931,16 kg sampah anorganik dengan potensi reduksi emisi CO2 sebesar 2,19 ton. Dhanny mengungkap, pihaknya telah lebih dahulu melakukan intervensi lingkungan yang intensif dan terintegrasi di wilayah Bali. Berbagai inisiatif dijalankan antara lain pemasangan penghalang sampah (trash barrier) di sungai-sungai (Tukad) di sekitar kawasan, patroli harian untuk pembersihan dan pemilahan sampah, serta kegiatan pembersihan menyeluruh yang dilakukan secara rutin setiap minggu.

“Kegiatan ini turut dilengkapi dengan sosialisasi dan edukasi kepada komunitas lokal untuk mendorong perubahan perilaku yang berkelanjutan” imbuhnya.

Selain itu, upaya menjaga ekosistem lingkungan juga dilaksanakan dengan mengelola satu wilayah kerja secara menyeluruh, mulai dari pemasangan jaring sampah, patroli terjadwal, audit sampah, edukasi, hingga pengolahan material yang berhasil dikumpulkan. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut dilakukan dalam satu ekosistem lokal guna memastikan dampak program yang lebih mendalam, terukur, dan transparan.(M-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya