Headline

Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.

BRI Salurkan KPR Subsidi Rp16,79 Triliun, Sasar 122 Ribu Debitur

 Gana Buana
26/3/2026 17:22
BRI Salurkan KPR Subsidi Rp16,79 Triliun, Sasar 122 Ribu Debitur
BRI Salurkan KPR Subsidi Rp16,79 Triliun hingga Februari 2026(Dok. Freepik)

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus mempertegas dominasinya dalam mendukung akses hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Hingga Februari 2026, bank pelat merah ini sukses menyalurkan pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi senilai Rp16,79 triliun.

Realisasi jumbo tersebut tercatat telah menjangkau sebanyak 122.838 debitur di seluruh Indonesia. Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan bahwa capaian ini merupakan bukti nyata konsistensi perseroan dalam menjalankan mandat pemerintah untuk pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat.

“BRI berkomitmen menghadirkan akses hunian layak, terjangkau, dan berkualitas bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Penyaluran KPR subsidi ini merupakan bagian dari peran BRI dalam mendukung pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Hery Gunardi dilansir dari Antara, Kamis (26/3).

FLPP Jadi Penopang Utama

Berdasarkan data perseroan, skema KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) masih mendominasi dengan nilai mencapai Rp16,38 triliun. Angka ini menunjukkan tingginya kepercayaan MBR terhadap produk pembiayaan yang disubsidi pemerintah melalui BRI.

Selain FLPP, BRI juga mencatatkan realisasi pada beberapa instrumen subsidi lainnya, antara lain, KPR Tapera sebesar Rp316,93 miliar, KPR Subsidi Selisih Bunga (SSB) sebesar Rp91,65 miliar, dam Program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT): Rp8,89 miliar.

Dampak Ganda bagi Sektor Riil dan UMKM

Hery menjelaskan bahwa masifnya penyaluran KPR subsidi tidak hanya memberikan solusi papan bagi masyarakat, tetapi juga menciptakan multiplier effect yang luas bagi ekonomi nasional. Aktivitas pembangunan perumahan dipastikan akan menggerakkan sektor konstruksi, industri bahan bangunan, jasa logistik, hingga penyerapan tenaga kerja.

Tak hanya itu, kehadiran kawasan hunian baru juga membuka peluang usaha bagi pengusaha UMKM di sekitar lokasi perumahan, yang selaras dengan fokus bisnis inti BRI di sektor mikro.

Menatap sisa tahun 2026, BRI optimistis angka ini akan terus tumbuh. Dengan dukungan lebih dari 7.000 unit kerja yang tersebar di berbagai wilayah, BRI memiliki infrastruktur yang kuat untuk menjangkau masyarakat di daerah terpencil.

“Ke depan, BRI akan terus memperluas jangkauan pembiayaan perumahan agar semakin banyak keluarga Indonesia dapat memiliki hunian yang layak dan terjangkau. Kami optimistis program ini dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai daerah,” tutup Hery. (Ant/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya