Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKI bulan Ramadan 2026, menjaga kebugaran tubuh melalui aktivitas fisik tetap penting dilakukan. Namun, tidak semua orang memiliki kondisi fisik yang sama untuk melakukan olahraga saat menjalankan ibadah puasa Ramadan. Dokter spesialis kedokteran olahraga lulusan Universitas Indonesia, Risky Dwi Rahayu, memberikan peringatan khusus bagi kelompok tertentu.
"Olahraga itu bukan salah satu aktivitas yang harus dihindari pada waktu berpuasa, tapi, memang kalau kita memaksakan diri itu tidak bagus," ujar dr. Risky dalam sebuah pertemuan media daring di Jakarta.
Beberapa kelompok masyarakat disarankan untuk tidak memaksakan diri dalam berolahraga dan harus lebih cermat memperhatikan asupan gizi serta kondisi fisik mereka selama berpuasa. Kelompok tersebut meliputi:
Bagi penderita komorbid, dr. Risky menekankan bahwa olahraga sebenarnya adalah bagian dari terapi. Namun, karena kondisi puasa mengubah pola makan dan minum, konsultasi dengan dokter menjadi wajib untuk mendapatkan rekomendasi jenis dan waktu olahraga yang tepat.
Bagi mereka yang memiliki penyakit penyerta, latihan fisik tetap diperlukan sebagai bagian dari kontrol penyakit, namun harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak memicu komplikasi saat puasa.
Bagi masyarakat yang baru memulai latihan fisik di bulan Ramadan, dr. Risky menyarankan agar tidak membuat target yang terlalu berat. Fokus utama seharusnya adalah membentuk kebiasaan baru yang bermanfaat bagi tubuh, bukan pencapaian performa maksimal.
Misalnya, bagi individu yang ingin menurunkan berat badan, prosesnya harus dilakukan secara moderat. Ramadan bukanlah waktu yang tepat untuk mencapai performa puncak, seperti persiapan untuk lari maraton, karena tubuh berada dalam kondisi keterbatasan asupan energi di siang hari.
Untuk menjaga kebugaran tanpa membahayakan kesehatan, berikut adalah beberapa poin yang perlu diperhatikan:
| Aspek | Rekomendasi Ahli |
|---|---|
| Intensitas | Ringan hingga sedang (Low to Moderate) |
| Waktu Latihan | Menjelang berbuka atau setelah berbuka puasa |
| Tujuan | Mempertahankan kebugaran (Maintenance) |
Dengan mengikuti panduan medis yang tepat, olahraga saat puasa tetap bisa memberikan manfaat optimal bagi kesehatan tanpa harus mengorbankan keselamatan fisik, terutama bagi kelompok yang memiliki risiko kesehatan lebih tinggi.
Boleh, namun harus disesuaikan dengan kondisi fisik dan usia kehamilan. Sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan terlebih dahulu.
Olahraga saat puasa bagi penderita diabetes berisiko menyebabkan hipoglikemia atau penurunan kadar gula darah secara drastis yang bisa berbahaya jika tidak dipantau.
Jalan santai, yoga ringan, atau peregangan statis adalah pilihan terbaik karena tidak menguras banyak cairan tubuh.
(Ant/H-3)
Berolahraga saat puasa tetap bisa dilakukan, tetapi harus dengan cara yang tepat agar tubuh tetap bugar dan tidak cepat lelah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved