Headline

DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.

Ini Kelompok yang Harus Hati-Hati Olahraga saat Puasa Menurut Dokter

Putri Rosmalia Octaviyani
19/2/2026 00:00
Ini Kelompok yang Harus Hati-Hati Olahraga saat Puasa Menurut Dokter
Ilustrasi olahraga saat puasa.(Dok. Freepik)

MEMASUKI bulan Ramadan 2026, menjaga kebugaran tubuh melalui aktivitas fisik tetap penting dilakukan. Namun, tidak semua orang memiliki kondisi fisik yang sama untuk melakukan olahraga saat menjalankan ibadah puasa Ramadan. Dokter spesialis kedokteran olahraga lulusan Universitas Indonesia, Risky Dwi Rahayu, memberikan peringatan khusus bagi kelompok tertentu.

"Olahraga itu bukan salah satu aktivitas yang harus dihindari pada waktu berpuasa, tapi, memang kalau kita memaksakan diri itu tidak bagus," ujar dr. Risky dalam sebuah pertemuan media daring di Jakarta.

Daftar Kelompok yang Wajib Waspada

Beberapa kelompok masyarakat disarankan untuk tidak memaksakan diri dalam berolahraga dan harus lebih cermat memperhatikan asupan gizi serta kondisi fisik mereka selama berpuasa. Kelompok tersebut meliputi:

  • Ibu Hamil: Memerlukan penyesuaian aktivitas agar tidak menimbulkan risiko pada kondisi janin.
  • Ibu Menyusui: Harus menjaga keseimbangan energi agar produksi ASI tetap terjaga.
  • Penderita Penyakit Penyerta (Komorbid): Khususnya penderita diabetes melitus dan hipertensi.

Bagi penderita komorbid, dr. Risky menekankan bahwa olahraga sebenarnya adalah bagian dari terapi. Namun, karena kondisi puasa mengubah pola makan dan minum, konsultasi dengan dokter menjadi wajib untuk mendapatkan rekomendasi jenis dan waktu olahraga yang tepat.

Bagi mereka yang memiliki penyakit penyerta, latihan fisik tetap diperlukan sebagai bagian dari kontrol penyakit, namun harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak memicu komplikasi saat puasa.

Jangan Pasang Target Terlalu Ekstrem

Bagi masyarakat yang baru memulai latihan fisik di bulan Ramadan, dr. Risky menyarankan agar tidak membuat target yang terlalu berat. Fokus utama seharusnya adalah membentuk kebiasaan baru yang bermanfaat bagi tubuh, bukan pencapaian performa maksimal.

Misalnya, bagi individu yang ingin menurunkan berat badan, prosesnya harus dilakukan secara moderat. Ramadan bukanlah waktu yang tepat untuk mencapai performa puncak, seperti persiapan untuk lari maraton, karena tubuh berada dalam kondisi keterbatasan asupan energi di siang hari.

Tips Olahraga Selama Ramadan 2026 dengan Aman

Untuk menjaga kebugaran tanpa membahayakan kesehatan, berikut adalah beberapa poin yang perlu diperhatikan:

Aspek Rekomendasi Ahli
Intensitas Ringan hingga sedang (Low to Moderate)
Waktu Latihan Menjelang berbuka atau setelah berbuka puasa
Tujuan Mempertahankan kebugaran (Maintenance)

Dengan mengikuti panduan medis yang tepat, olahraga saat puasa tetap bisa memberikan manfaat optimal bagi kesehatan tanpa harus mengorbankan keselamatan fisik, terutama bagi kelompok yang memiliki risiko kesehatan lebih tinggi.

Alasan dan Jenis Olahraga

1. Apakah ibu hamil boleh olahraga saat puasa?

Boleh, namun harus disesuaikan dengan kondisi fisik dan usia kehamilan. Sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan terlebih dahulu.

2. Mengapa penderita diabetes harus hati-hati olahraga saat puasa?

Olahraga saat puasa bagi penderita diabetes berisiko menyebabkan hipoglikemia atau penurunan kadar gula darah secara drastis yang bisa berbahaya jika tidak dipantau.

3. Apa jenis olahraga yang paling aman saat puasa?

Jalan santai, yoga ringan, atau peregangan statis adalah pilihan terbaik karena tidak menguras banyak cairan tubuh.

(Ant/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya
  • 12 Tips Olahraga saat Puasa

    11/3/2025 23:30

    Berolahraga saat puasa tetap bisa dilakukan, tetapi harus dengan cara yang tepat agar tubuh tetap bugar dan tidak cepat lelah.