Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
INSTITUT Agama Islam (IAI) SEBI bersama Laznas YAKESMA meresmikan gedung pendidikan baru pada Kamis, 12 Februari 2026, di Kampus IAI SEBI, Depok, Jawa Barat. Momentum ini menjadi penanda komitmen bersama dalam memperkuat pengembangan ekonomi syariah di Indonesia sekaligus menghadirkan ruang akademik yang mendukung lahirnya generasi unggul dan berdaya saing.
Dalam keterangan yang diterima hari ini, Rektor IAI SEBI, Sigit Purnomo, mengutarakan refleksi perjalanan panjang institusi yang dipimpinnya. Ia mengisahkan SEBI bermula dari ruang yang sederhana hingga kini berkembang dengan total luas lahan mencapai 1,6 hektare.
“Kami memulai dari ruangan yang sederhana. Hari ini, dengan izin Allah, SEBI telah berkembang hingga memiliki kampus seluas 1,6 hektar. Ini bukan hanya capaian fisik, tetapi bukti dari kebersamaan dan sinergi,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa perkembangan tersebut tidak lepas dari semangat ukhuwah islamiyah serta dukungan para mitra dan tokoh yang terus membersamai perjalanan SEBI.
Sementara itu, Direktur Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghofur, menyampaikan harapannya agar kehadiran gedung baru ini semakin memperkuat peran IAI SEBI dalam mencetak generasi berintegritas yang mampu berkontribusi bagi penguatan ekosistem zakat dan wakaf nasional.
Senada dengan hal tersebut, Presiden Direktur HNI, H. Agung Yulianto, menegaskan bahwa peresmian gedung ini bukan sekadar seremoni pembangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Ia menyoroti pentingnya IPK (Integritas, Profesionalitas, dan Karakter) sebagai fondasi utama agar lulusan IAI SEBI kompatibel dengan kebutuhan dunia kerja.
Pada kesempatan yang sama, CEO Laznas YAKESMA, Dr. Romdlon Hidayat, menjadi pemateri dalam sesi kuliah umum bertema “Filantropi Syariah, Kemanusiaan, dan Pembangunan” yang dihadiri mahasiswa dan dosen IAI SEBI. Romdlon menjelaskan transformasi filantropi Islam di Indonesia yang kini berkembang dari sekadar praktik amal tradisional menjadi instrumen pembangunan nasional yang profesional, modern, dan terorganisasi.
Dikatakan bahwa pertumbuhan filantropi syariah pada tahun 2024 didorong oleh digitalisasi penghimpunan dana serta meningkatnya partisipasi korporasi. Kondisi tersebut membuka peluang besar dalam mempercepat pengentasan kemiskinan dan mengurangi ketimpangan sosial. Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya penguatan tata kelola yang transparan, inovasi penghimpunan melalui kanal digital, serta pengembangan program pemberdayaan produktif seperti Green Zakat guna menciptakan dampak sosial yang terukur.
“Melalui sinergi kebijakan, integrasi data nasional, dan profesionalisme SDM, zakat dapat menjadi katalisator ketahanan sosial dan ekonomi. Target penghimpunan Rp100 triliun pada tahun 2030 bukanlah hal yang mustahil jika ekosistem filantropi terus diperkuat,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa visi besar filantropi syariah adalah mendorong transformasi dari mustahik menjadi muzakki, sehingga tercipta siklus pemberdayaan yang berkelanjutan dan berdampak luas.
Peresmian gedung baru ini diharapkan menjadi tonggak penguatan sinergi antara akademisi, pemerintah, dan lembaga filantropi dalam membangun ekosistem ekonomi dan sosial yang berkeadilan. Lebih dari sekadar infrastruktur fisik, gedung pendidikan ini menjadi simbol komitmen bersama untuk melahirkan generasi berintegritas, profesional, dan berkarakter yang siap menjawab tantangan zaman serta memperkuat ekonomi syariah Indonesia. (H-2)
Kepastian halal tetap memerlukan sistem dan regulasi yang jelas. Kemenag mengajak generasi muda untuk menambah pemahaman terkait halal.
Simak panduan lengkap Salat Khusuf Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026. Lengkap dengan niat, tata cara dua kali rukuk, dan imbauan Kemenag RI.
UNGGAHAN di media sosial menarasikan bahwa Menteri Agama RI Nasaruddin Umar akan memaksimalkan zakat dan wakaf untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), tidak benar atau hoaks
KEMENTERIAN Agama (Kemenag) akan menggelar sidang penetapan (isbat) 1 Syawal 1447 Hijriah pada 19 Maret 2026, bertepatan 29 Ramadan 1447 H
Santri tidak hanya dituntut untuk tafaqquh fiddin juga memahami dan menguasai ilmu ketatanegaraan serta kebangsaan agar mampu mengambil peran strategis di berbagai bidang.
Program diawali dengan pemetaan kompetensi untuk mengukur kemampuan pedagogik dan kemahiran bahasa Inggris guru MTs dan MA, serta pelaksanaan program percontohan pelatihan.
Di tengah berbagai tantangan sosial dan krisis kemanusiaan, kolaborasi menjadi kunci agar keberkahan dan kebahagiaan dapat dirasakan lebih luas
Penyerahan legalitas ini menjadi bukti nyata kepatuhan Rumah Zakat terhadap regulasi negara
Peresmian Laznas Darunnajah oleh Menteri Agama diharapkan menginspirasi lebih banyak pesantren untuk mengoptimalkan perannya dalam pemberdayaan umat.
Public Expose merupakan tanggung jawab dan bentuk penguatan kepercayaan masyarakat terhadap suatu lembaga termasuk lembaga amil zakat.
Ustaz Adi Hidayat meminta Laznas Syarikat Islam menginisiasi glokalisasi yaitu suatu gerakan untuk memberdayakan dakwah ekonomi di dalam Syarikat Islam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved