Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Gizi Nasional (BGN) menyambut positif tren persepsi publik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Berdasarkan survei terbaru Indikator Politik Indonesia, tingkat kepuasan masyarakat terhadap program unggulan pemerintah ini mencapai 72,8%.
Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung, menyatakan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto. "Tentu ini adalah kesuksesan Presiden, kami hanya menjalankan perintah. Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh anak-anak di sekolah," ujar Lodewyk, Selasa (10/2).
Meski mendapat apresiasi luas, Lodewyk menekankan pentingnya partisipasi publik dalam mengawal implementasi kebijakan tersebut. Ia mengharapkan seluruh elemen masyarakat turut memperhatikan dan mengawasi jalannya program di lapangan guna meminimalkan celah kekurangan.
"Kami mohon bantuan masyarakat agar kami terus melakukan perbaikan, serta bantu kami dalam bentuk pengawasan program di lapangan," tandasnya.
Data Indikator Politik Indonesia merinci bahwa tingkat kepuasan tersebut terdiri dari 12,2 persen responden yang mengaku "sangat puas" dan 60,6 persen "cukup puas".
Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, dalam konferensi pers daring, Minggu (8/2), mengonfirmasi angka tersebut. "Jadi memang yang sangat puas 12,2 persen dan cukup puas 60,6 persen," paparnya. (I-1)
Nanik mengimbau para kepala daerah di Kabupaten dan Kota agar saling mendukung dalam menyiapkan pasokan bahan pangan lokal untuk dapur MBG.
SPPG tidak hanya berfungsi sebagai dapur penyedia makanan, tetapi juga pusat edukasi gizi, pelayanan masyarakat, dan penguatan ketahanan pangan lokal.
Saat ini telah beroperasi 23.012 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau sekitar 65% dari target nasional sebanyak 35.270 unit.
Koperasi Desa Merah Putih nanti berperan sebagai off taker, supplier, sekaligus pool holding-nya (aset yang dimiliki bersama-sama).
MBG dinilai sebagai intervensi sosial yang fundamental bagi masa depan bangsa. Oleh karena itu, MBG diperlukan di tengah dinamika ekonomi global yang tidak terprediksi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved