Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Nisfu Sya’ban Jatuh Kapan 2026: Momentum Refleksi dan Pembersihan Batin

Media Indonesia
03/2/2026 07:07
Nisfu Sya’ban Jatuh Kapan 2026: Momentum Refleksi dan Pembersihan Batin
Ilustrasi(Antara)

Nisfu Sya’ban: Momentum Langit Membuka Pintu Ampunan

Malam Nisfu Sya’ban senantiasa menjadi oase spiritual yang dinanti umat Islam. Berada tepat di pertengahan bulan Sya’ban, momentum ini bukan sekadar pergantian tanggal di kalender Hijriah, melainkan sebuah ruang bagi setiap Muslim untuk berhenti sejenak, merenung, dan membersihkan hati sebelum memasuki gerbang suci Ramadan.

Pada tahun 2026, berdasarkan penanggalan Hijriah 1447 H, malam penuh kemuliaan ini diperkirakan jatuh pada Selasa, 3 Februari. Secara tradisi, umat Islam akan mulai menghidupkan malam tersebut sejak waktu Maghrib pada Senin (2/2/2026) malam hingga menjelang Subuh keesokan harinya.

Makna di Balik Malam Pertengahan Sya’ban

Nisfu Sya’ban merujuk pada malam ke-15 di bulan kedelapan kalender Islam. Dalam diskursus keislaman, malam ini dipandang sebagai waktu di mana rahmat Allah SWT tercurah secara luas kepada hamba-Nya. Lebih jauh lagi, malam ini sering dikaitkan dengan penetapan ketentuan hidup atau takdir manusia untuk satu tahun ke depan.

Rasulullah SAW sendiri memberikan teladan dengan meningkatkan kualitas ibadahnya selama bulan Sya’ban. Beliau memperbanyak salat, zikir, dan doa sebagai bentuk persiapan batin yang matang sebelum bertemu dengan Ramadan.

Pintu Ampunan yang Terbuka Lebar

Keutamaan paling menonjol dari malam Nisfu Sya’ban adalah jaminan ampunan dari Allah SWT bagi mereka yang bersungguh-sungguh kembali kepada-Nya. Ini adalah waktu terbaik bagi siapa pun untuk melakukan "pembersihan diri" dari dosa dan kesalahan masa lalu.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW memberikan peringatan sekaligus kabar gembira:

"Sesungguhnya Allah SWT memperhatikan hamba-hamba-Nya pada malam Nisfu Sya’ban, lalu Dia mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang yang mempersekutukan Allah dan orang yang saling bermusuhan." (HR. Ibnu Majah dan Ath-Thabrani).

Pesan ini mengandung makna ganda: pentingnya menjaga kemurnian iman (tauhid) dan pentingnya menjaga harmoni hubungan antarmanusia (silaturahmi).

Muhasabah: Menilai Diri Sebelum Menata Niat

Lebih dari sekadar ritual, Nisfu Sya’ban adalah ajakan untuk Muhasabah atau introspeksi diri. Ini adalah waktu yang tepat untuk menilai kembali amal perbuatan selama setahun terakhir. Sejauh mana kita telah melangkah? Apa saja kekurangan yang perlu diperbaiki?

Melalui ibadah yang dilakukan dengan khusyuk, seorang Muslim dapat mempererat kembali ikatan batin dengan Sang Pencipta, mencurahkan segala doa, dan menata niat untuk menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan.

Amalan Utama di Malam Nisfu Sya’ban

Untuk menghidupkan malam mulia ini, terdapat beberapa amalan yang dianjurkan sesuai dengan tuntunan syariat:

  1. Memperbanyak Istighfar dan Taubat: Sebagai bentuk pengakuan atas kelemahan diri dan harapan akan kasih sayang Allah SWT.
  2. Menghidupkan Malam (Qiyamullail): Melaksanakan salat malam serta memperpanjang zikir dan doa.
  3. Interaksi dengan Al-Qur’an: Membaca serta merenungi makna ayat-ayat suci sebagai sarana memperkuat iman.
  4. Puasa Sunnah: Melaksanakan puasa pada pertengahan bulan Sya’ban (termasuk pada tanggal 13, 14, dan 15 Sya’ban) sebagai persiapan fisik dan spiritual menuju Ramadan.

Nisfu Sya’ban pada akhirnya adalah sebuah pengingat. Bahwa sebelum kita memasuki bulan Ramadan yang penuh berkah, kita perlu memastikan bahwa "wadah" batin kita telah bersih dan siap menerima curahan rahmat yang lebih besar lagi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya