Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Nisfu Sya’ban 2026: Jadwal, Keutamaan, dan Panduan Amalan Menuju Ramadan

Media Indonesia
03/2/2026 07:31
Nisfu Sya’ban 2026: Jadwal, Keutamaan, dan Panduan Amalan Menuju Ramadan
Ilustrasi(Antara)

Nisfu Sya’ban 2026: Jadwal, Keutamaan, dan Panduan Amalan Menuju Ramadan

Nisfu Sya’ban adalah titik henti spiritual di pertengahan bulan Sya’ban yang selalu dinanti umat Islam. Jatuh pada tanggal 15 Sya’ban 1447 H, momen ini sering dimaknai sebagai malam harapan akan ampunan (Lailatul Maghfirah) dan limpahan rahmat, di mana Allah SWT membuka pintu doa seluas-luasnya bagi hamba yang bertaubat.

Jadwal Nisfu Sya’ban 2026

Berdasarkan kalender Hijriah Indonesia yang diselaraskan dengan tahun 2026, berikut adalah jadwal penting yang perlu Anda catat:

Malam Nisfu Sya’ban: Dimulai sejak waktu Maghrib pada Senin malam, 2 Februari 2026, hingga fajar keesokan harinya.

Hari Nisfu Sya’ban: Jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026.

Penetapan ini merujuk pada metode hisab dan rukyatul hilal yang digunakan di Indonesia. Mengetahui jadwal ini lebih awal memungkinkan kita untuk menata niat dan mempersiapkan rangkaian ibadah dengan lebih optimal.

Mengapa Nisfu Sya’ban Begitu Istimewa?

Sebagai bulan kedelapan, Sya’ban adalah "jembatan" utama menuju Ramadan. Nisfu Sya’ban dipandang sebagai momentum evaluasi tahunan sebelum kita memasuki bulan suci.

Malam ampun massal: Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Ibnu Majah dan Ath-Thabrani, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa pada malam Nisfu Sya’ban, Allah SWT memperhatikan hamba-hamba-Nya dan mengampuni dosa, kecuali bagi mereka yang menyekutukan Allah atau yang sedang berselisih dengan sesama.

Hadis ini kerap dipahami sebagai pengingat pentingnya menjaga kemurnian iman dan memperbaiki hubungan dengan sesama.

Waktu Mustajab Berdoa: Inilah salah satu waktu "emas" untuk mengetuk pintu langit. Umat Islam diajak untuk mencurahkan segala harapan, mulai dari kesehatan, kelapangan rezeki yang berkah, hingga ketetapan iman.

Refleksi dan Muhasabah: Nisfu Sya’ban adalah saat yang tepat untuk menengok kembali catatan ibadah setahun terakhir. Ini adalah momen untuk memperbaiki kekurangan dan membersihkan hati dari penyakit-penyakit batin.

Panduan Amalan Menghidupkan Malam Nisfu Sya’ban

Tidak ada ritual tunggal yang kaku, namun terdapat beberapa amalan sunnah dan tradisi baik yang dianjurkan oleh para ulama untuk mengisi malam penuh berkah ini:

Memperbanyak Dzikir dan Shalawat: Menumbuhkan ketenangan batin dan rasa cinta kepada Rasulullah SAW sebagai bentuk pengabdian.

Shalat Sunnah dan Qiyamul Lail: Melaksanakan shalat malam (seperti Tahajud atau Hajat) sebagai sarana pendekatan diri yang paling intim kepada Sang Pencipta.

Membaca Surat Yasin: Dalam tradisi  masyarakat di Indonesia, membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali sering dilakukan dengan niat memohon keberkahan umur, perlindungan dari marabahaya, serta kekayaan hati.

Istighfar dan Taubat Nasuha: Menjadikan ampunan sebagai inti dari ibadah. Membersihkan jiwa dari dosa masa lalu agar siap menampung rahmat Ramadan.

Puasa Sunnah Sya’ban: Melaksanakan puasa pada tanggal 15 Sya’ban (Selasa, 3 Februari 2026) sangat dianjurkan sebagai latihan fisik dan spiritual sebelum berpuasa penuh di bulan Ramadan.

Penutup: Menata Niat Menuju Ramadan

Nisfu Sya’ban adalah undangan bagi setiap Muslim untuk kembali ke fitrahnya. Jadikan momentum pada 2-3 Februari 2026 ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan titik awal perubahan diri menjadi pribadi yang lebih baik.

Dengan hati yang bersih dan jiwa yang tenang, kita akan melangkah menuju Ramadan dengan bekal spiritual yang jauh lebih kuat.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya