Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Nisfu Syaban Malam Pengampunan Dosa Kecuali 4 Hal Ini

Despian Nurhidayat
03/2/2026 10:11
Nisfu Syaban Malam Pengampunan Dosa Kecuali 4 Hal Ini
Ilustrasi.(freepik)

MALAM Nisfu Syaban 1447 H terjadi pada Senin (2/2) malam kemarin. Pertengahan bulan kedelapan Hijriah ini, merupakan satu malam yang istimewa bagi umat Islam. Pasalnya, malam Nisfu Syaban disebut Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki dalam kitabnya, Maa Dzaa fi Sya'ban, sebagai malam pengampunan dosa-dosa.

Sayyid Muhammad mendasarkan hal tersebut pada sejumlah hadits yang menyebut malam nisfu Syaban sebagai malam pengampunan dosa-dosa. Salah satu di antaranya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam At-Thabrani dan Ibnu Hibban dari Mu‘adz bin Jabal yang ia kutipkan dalam kitabnya tersebut.

“Allah memandang semua makhluk-Nya pada malam nisfu Syaban kemudian mengampuni dosa mereka kecuali dosa musyrik dan dosa kemunafikan yang menyebabkan perpecahan,” tulis Ustaz Alvin Nur Choironi menerjemahkan hadits tersebut dilansir dari laman PBNU berjudul Dosa-Dosa yang Tak Diampuni di Malam Nisfu Sya'ban.  Ustaz Alvin menegaskan bahwa meskipun dhaif, hadits di atas masih tetap bisa diamalkan. Hal ini mengingat hadits tersebut berkaitan dengan fadhail a’mal. Mayoritas ulama hadits, sebagaimana dikutip oleh An-Nawawi dalam kitabnya, mendukung pandangan tersebut.
 
Lebih lanjut, Ustaz Alvin menegaskan bahwa orang-orang yang tidak melakukan apa-apa pada malam Nisfu Syaban tidak secara otomatis mendapat ampunan. Bahkan, ada empat dosa yang tidak diampuni dalam malam Nisfu Syaban.

Sebagaimana disebut hadits di atas, dua dosa pertama yang tidak bakal diampuni pada malam Nisfu Syaban yakni syirik dan munafiq yang menyebabkan perpecahan.

Sayyid Muhammad, sebagaimana dikutip Ustaz Alvin, juga menyebut bahwa dosa yang tak diampuni saat malam Nisfu Syaban lainnya ialah dosa-dosa yang tergolong sebagai dosa besar. Hal ini mencakup zina dan durhaka terhadap orangtua. Demikian atas dasar hadits sahih riwayat Bukhari, Tirmidzi, dan An-Nasa’i dari Ibnu Mas‘ud. 

“Abdullah bin Mas’ud bertanya, Wahai Rasulullah, dosa apakah yang paling berat? Kemudian Rasulullah menjawab, menjadikan suatu hal sebagai persamaan dari Allah yang telah menciptakanmu (Syirik). Kemudian Abdullah berkata, Apalagi wahai Rasulullah? Rasul menjawab, Membunuh orang tuamu karena engkau takut dia makan bersamamu. Abdullah bertanya lagi, Kemudian apalagi wahai Rasul? Kamu berzina dengan istri tetanggamu.”

Bahkan, Ustaz Alvin menegaskan bahwa perilaku “membunuh orangtua” bisa dikatakan tidak hanya membunuh yang termasuk dosa besar dan tidak bisa diampuni di malam Nisfu Syaban, tetapi juga durhaka kepada orang tua. Sebab, katanya, perilaku membunuh orangtua itu juga termasuk durhaka kepada orangtua. "Dosa-dosa besar tersebut bisa diampuni jika pelaku dosa tersebut bertobat dengan tobat yang sebenar-benarnya (taubat nasuha)," katanya. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya