Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Investasi Masa Tua: Pentingnya Menjaga Kesehatan Otot dan Sendi Sejak Dini

Basuki Eka Purnama
28/1/2026 19:46
Investasi Masa Tua: Pentingnya Menjaga Kesehatan Otot dan Sendi Sejak Dini
Ilustrasi(Freepik)

MENJAGA kesehatan tulang, sendi, dan otot merupakan investasi jangka panjang yang krusial bagi setiap individu. Hal ini menjadi faktor penentu agar seseorang dapat tetap mandiri dan produktif, bahkan saat memasuki usia lanjut.

Pesan tersebut disampaikan oleh dr. Nadia Bunga Anggraini, seorang dokter herbal sekaligus anggota Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI). Dia menyoroti bagaimana kemandirian fisik sering kali baru disadari urgensinya ketika fungsi tubuh mulai menurun.

Pencegahan Sebelum Nyeri Melanda

Menurut Nadia, tubuh yang terjaga memungkinkan seseorang tetap melakukan aktivitas sehari-hari tanpa bergantung pada bantuan orang lain. Sayangnya, banyak orang cenderung abai dan baru mulai peduli ketika keluhan fisik muncul.

“Kalau di usia lanjut untuk mengangkat barang sederhana saja harus minta bantuan, itu menandakan kesehatan otot dan sendi tidak dijaga sejak awal,” ujar Nadia.

Ia menekankan bahwa perawatan tubuh seharusnya tidak bersifat reaktif atau hanya dilakukan saat rasa nyeri muncul. 

Sebaliknya, pencegahan perlu diintegrasikan ke dalam gaya hidup sehari-hari secara rutin. 

“Banyak orang baru mulai peduli ketika lutut sudah sakit. Padahal yang paling penting itu perawatannya sebelum keluhan datang,” tambahnya.

Peran Herbal dan Pangan Fungsional

Dalam upaya menjaga kebugaran, Nadia menjelaskan bahwa bahan alami dan pangan fungsional memiliki peran yang saling melengkapi. Ia meluruskan pandangan umum dengan menjelaskan bahwa herbal memiliki karakteristik yang berbeda dengan obat kimia.

“Herbal itu tidak bekerja satu zat saja. Di dalamnya ada banyak senyawa aktif yang saling mendukung, berbeda dengan obat kimia yang biasanya hanya punya satu fungsi utama,” jelas Nadia.

Salah satu pangan fungsional yang direkomendasikan adalah susu kambing etawa. Selain mengandung senyawa aktif, susu ini kaya akan nutrisi esensial seperti protein, vitamin, dan mineral. 

Kandungan tersebut dinilai efektif dalam mendukung kebutuhan energi dan mempercepat pemulihan tubuh, terutama bagi orang dewasa yang memiliki mobilitas tinggi.

Konsumsi Rutin untuk Kualitas Hidup

Lebih lanjut, Nadia mengingatkan bahwa konsumsi bahan alami sebaiknya dilakukan secara konsisten saat tubuh dalam kondisi sehat, bukan hanya sebagai pelarian saat jatuh sakit. Ia menyarankan agar porsinya disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing.

“Herbal dan pangan fungsional itu diminum sebagai bagian dari hidup sehari-hari. Saat tubuh sedang fit, cukup secukupnya. Kalau sedang tidak fit, porsinya bisa disesuaikan,” katanya.

Sebagai penutup, ia menekankan bahwa nutrisi harus diimbangi dengan aktivitas fisik dan pola hidup yang stabil. 

Tujuan akhirnya bukan sekadar sehat sementara, melainkan menjaga kualitas hidup agar setiap orang tetap bisa bergerak bebas dan mandiri hingga masa tua. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya