Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

13 Dampak Sering Konsumsi Tepung

Reynaldi Andrian Pamungkas
27/1/2026 22:30
13 Dampak Sering Konsumsi Tepung
Berikut Dampak Sering Konsumsi Tepung(freepik)

TEPUNG adalah bahan pangan berbentuk bubuk halus yang dihasilkan dari penggilingan biji-bijian, umbi-umbian, kacang-kacangan, atau sumber pangan lainnya setelah dikeringkan.

Tepung banyak digunakan sebagai bahan dasar makanan karena mudah diolah dan bisa diolah menjadi berbagai jenis hidangan.

Berikut 13 Dampak Sering Konsumsi Tepung

1. Berat badan mudah naik

Tepung olahan tinggi karbohidrat sederhana dan kalori.

2. Gula darah cepat naik

Indeks glikemiknya tinggi, kurang baik jika dikonsumsi berlebihan.

3. Risiko diabetes meningkat

Terutama jika dikombinasikan dengan gula dan kurang aktivitas fisik.

4. Cepat lapar

Kandungan serat rendah membuat rasa kenyang tidak bertahan lama.

5. Gangguan pencernaan

Bisa menyebabkan sembelit karena minim serat.

6. Perut kembung

Sebagian orang sensitif terhadap gluten dalam tepung terigu.

7. Kolesterol meningkat

Terutama dari makanan tepung yang digoreng.

8. Risiko penyakit jantung

Konsumsi berlebihan dapat memicu masalah metabolik.

9. Kesehatan usus menurun

Kurang mendukung bakteri baik di usus.

10. Mudah lemas

Lonjakan lalu penurunan gula darah membuat tubuh cepat lelah.

11. Kulit berjerawat

Makanan berbasis tepung bisa memicu peradangan pada sebagian orang.

12. Ketergantungan makanan olahan

Rasa gurih dan teksturnya bikin ingin terus makan.

13. Asupan gizi tidak seimbang

Tepung olahan miskin vitamin dan mineral penting.

Agar lebih sehat, batasi gorengan dan makanan berbasis tepung, pilih tepung gandum utuh atau sumber karbohidrat alami, serta imbangi dengan sayur, protein, dan air putih,

Sering konsumsi tepung tidak masalah sesekali, tetapi jika berlebihan bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Kuncinya ada pada porsi dan pilihan jenis tepung. (Z-4)

Sumber: hellosehat, alodokter



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya