Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
TIDUR di lantai adalah kebiasaan beristirahat dengan posisi tidur langsung di atas lantai, baik tanpa alas maupun hanya menggunakan alas tipis seperti tikar, karpet, atau matras.
Kebiasaan ini sering dilakukan karena alasan kebiasaan, keterbatasan tempat, suhu ruangan yang panas, atau kepercayaan tertentu tentang kesehatan.
Lantai yang keras tidak menopang tulang belakang secara alami.
Posisi tidur jadi kurang ergonomis tanpa alas yang tepat.
Lantai cenderung lebih dingin, terutama malam hari.
Suhu dingin dan kerasnya lantai bisa memperparah nyeri sendi.
Tidur jadi sering terbangun karena tidak nyaman.
Tulang pinggul dan punggung bawah menerima beban langsung.
Lantai menyimpan debu, tungau, dan kotoran.
Debu di lantai bisa terhirup saat tidur.
Posisi tidur yang kaku menghambat aliran darah.
Kontak langsung dengan lantai bisa memicu reaksi kulit.
Paparan suhu dingin dalam waktu lama melemahkan daya tahan tubuh.
Risiko nyeri, kedinginan, dan gangguan kesehatan lebih tinggi.
Tidur di lantai sesekali tidak selalu berbahaya, tetapi jika dilakukan sering tanpa alas yang memadai, bisa berdampak negatif bagi kesehatan. (Z-4)
Sumber: alodokter, hellosehat
Jelajahi manfaat tidur di lantai untuk postur tubuh, nyeri punggung, dan tidur nyenyak. Temukan tips tidur sehat!
Tidur di lantai kadang direkomendasikan untuk penderita sakit punggung ringan asalkan menggunakan alas tipis dan bersih, serta dilakukan tidak terlalu lama.
Tidur di lantai mungkin terasa nyaman bagi sebagian orang, terutama saat cuaca panas. Namun, kebiasaan ini juga dapat membawa beberapa risiko kesehatan, terutama jika dilakukan dalam kondisi
Tidur di lantai sesekali mungkin tidak berbahaya bagi sebagian orang, tetapi jika dilakukan terus-menerus, dapat berdampak buruk pada kesehatan tubuh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved