Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Tenaga Pendidik Berperan Ajarkan Penggunaan AI secara Bijak

Despian Nurhidayat
23/1/2026 13:50
Tenaga Pendidik Berperan Ajarkan Penggunaan AI secara Bijak
Ilustrasi(Dok Istimewa)

TENAGA pendidik berperan penting dalam mengajarkan penggunaan artificial intelligence (AI) kepada siswa dan mahasiswa secara bijak.

“Mahasiswa dapat menggunakan AI secara bertanggung jawab dan beretika. Mereka juga harus mampu menjelaskan cara dan alasan penggunaan AI dalam proses pembelajaran. Karena itu, sistem penilaian sebaiknya berfokus pada proses belajar, bukan semata-mata pada hasil,” ungkap Associate Professor University of New England Australia Joshua Matthews pada kuliah umum bertema Assessment in the Age of Artificial Intelligence: Learning, Assurance and Institutional Design, di Jakarta.

Joshua melanjutkan institusi pendidikan yang mampu mendesain ulang sistem pembelajaran dan penilaian akan tetap memiliki kredibilitas.

AI dalam pendidikan akan terus berkembang. Karena itu, institusi perlu mempertahankan pendekatan kritis dalam mengelola dan memanfaatkan AI dalam bidang pendidikan,” paparnya.

Kuliah umum ini merupakan salah satu implementasi kerja sama internasional antara Universitas Kristen Indonesia (UKI) dan University of New England Australia. Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara University of New England dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Sastra dan Bahasa (FSB), dan Pascasarjana UKI.

Hadir juga dalam kegiatan itu, Wakil Rektor UKI Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Ied Veda Rimrosa Sitepu, akademisi UKI Asri Purnamasari, Kepala UPT Kantor Urusan Internasional Benedicta Stella Fortunae, serta jajaran pimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, FKIP, FSB, dan Pascasarjana UKI.

Wakil Rektor UKI Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Ied Veda Rimrosa Sitepu yang membuka kegiatan kuliah umum turut menjelaskan keberadaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang mengubah cara kegiatan belajar mengajar di perguruan tinggi.

“Era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 membawa perubahan sangat cepat. Perguruan tinggi dituntut mempersiapkan sumber daya manusia berdaya saing, mampu membaca perubahan, serta merancang pendidikan yang berorientasi pada masa depan,” pungkasnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya