Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tepi Teluk Tang Khen, Thailand, Theerasak "Pop" Saksritawee berdiri terpaku menatap layar kendali drone-nya. Di kejauhan, sebuah bayangan abu-abu muncul di permukaan air yang keruh. Itu adalah Miracle, seekor dugong lokal yang kini menjadi penghuni tunggal di kawasan tersebut.
Pop telah memantau Miracle hampir setiap hari selama 15 bulan terakhir. Dahulu, Teluk Tang Khen adalah rumah bagi 13 dugong. Namun kini, hanya tinggal Miracle yang bertahan setelah kematian Jingjok, pasangan setianya, tahun lalu.
"Saya merasa sangat sedih dan hancur karena dia (Jingjok) adalah salah satu dugong favorit saya," kenang Pop. Kesedihan itu bahkan membuat pedagang roti di sekitar pantai menangis, sebuah tanda betapa dekatnya satwa ini dengan hati warga lokal.
Kisah Miracle adalah cerminan kecil dari krisis besar yang melanda laut Indo-Pasifik. Berdasarkan penilaian Agustus 2025 oleh konvensi konservasi satwa liar migran, dugong kini berstatus sangat terancam punah di banyak belahan dunia.
Di Thailand, angka kematian mamalia laut ini melonjak drastis. Jika pada 2019-2022 rata-rata terdapat 20 kasus dugong terdampar per tahun, angka tersebut naik dua kali lipat menjadi 42 kasus per tahun pada periode 2023-2024.
"Kami kemungkinan besar telah kehilangan setengah dari populasi yang ada," ujar Petch Manopawitr, ekolog dan penasihat departemen sumber daya laut Tailan.
Penyebab utamanya adalah kematian massal padang lamun, sumber makanan utama dugong. Seorang ahli dugong global, Helene Marsh, menjelaskan bahwa seekor dugong dewasa membutuhkan 40 hingga 60 kg lamun setiap hari. Tanpa itu, mereka kelaparan, bermigrasi, atau mati terdampar.
Migrasi dugong ke arah Phuket justru mendatangkan risiko baru, tabrakan kapal dan polusi konstruksi. Pop mencatat bahwa limbah dari pembangunan hotel dan sedimen yang terbawa hujan menutupi lamun, merampas nutrisi esensial bagi tumbuhan laut tersebut.
Meskipun pemerintah telah berupaya menanam kembali lamun, para ahli menilai langkah tersebut belum cukup untuk skala kebutuhan yang besar. Harapan kini bertumpu pada pengelolaan kawasan laut lokal dan pembentukan koridor migrasi yang aman.
Di Teluk Tang Khen, warga lokal seperti Pop dan Manee Sanae, pemilik kedai roti, bahu-membahu menjaga Miracle melalui grup komunitas daring. Mereka segera bertindak jika ada kapal nelayan yang masuk saat Miracle sedang muncul.
Bagi mereka, Miracle bukan sekadar satwa, melainkan bagian dari identitas rumah mereka yang harus diselamatkan dari kepunahan yang sunyi. (The Guardian/Z-2)
Pemerintah Indonesia memperbarui daftar eksonim nama negara. Cek perubahan resmi seperti Tailan, Afganistan, dan Swis untuk dokumen formal di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved