Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM upaya memperkuat kedaulatan bahasa dan tertib administrasi di kancah internasional, Pemerintah Indonesia melalui sinergi Badan Informasi Geospasial (BIG), Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, serta Kementerian Luar Negeri, telah menyusun pembaruan daftar eksonim. Eksonim adalah nama geografis yang digunakan dalam bahasa tertentu untuk menyebut objek di luar wilayah di mana bahasa tersebut digunakan.
Pembaruan ini bukan sekadar perubahan administratif, melainkan langkah standardisasi agar penulisan di dokumen resmi, paspor, surat perjanjian internasional, hingga buku teks pelajaran memiliki konsistensi yang selaras dengan kaidah ejaan dan pelafalan bahasa Indonesia. Dokumen ini juga telah disampaikan dalam forum United Nations Group of Experts on Geographical Names (UNGEGN).
Penyusunan daftar ini mengikuti pola linguistik yang bertujuan menyederhanakan pelafalan tanpa menghilangkan identitas asli negara tersebut. Berikut adalah beberapa prinsip utama yang diterapkan:
Bagi praktisi hukum, akademisi, dan jurnalis, berikut adalah daftar perubahan yang paling sering muncul dan perlu diperhatikan agar tidak terjadi kesalahan tulis:
| Nama Internasional/Lama | Nama Resmi Bahasa Indonesia |
|---|---|
| Thailand | Tailan |
| Switzerland | Swis |
| Afghanistan | Afganistan |
| United Arab Emirates | Emirat Arab |
| Chile | Cili |
| Liechtenstein | Liktenstin |
| Turkmenistan | Turmenistan |
Berikut adalah daftar lengkap nama-nama negara yang telah disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia terbaru:
Pembaruan eksonim ini merupakan wujud adaptasi bahasa Indonesia yang dinamis namun tetap berpegang pada prinsip kemudahan pelafalan bagi penutur jati. Penggunaan nama seperti "Tailan" atau "Swis" mungkin terasa asing pada awalnya, namun secara bertahap akan menjadi standar baku dalam komunikasi kenegaraan.
Mengapa Thailand berubah menjadi Tailan?
Perubahan ini mengikuti kaidah penyerapan bahasa Indonesia yang menghilangkan huruf 'h' pada gabungan konsonan 'th' karena dalam pelafalan bahasa Indonesia, huruf 'h' tersebut tidak dibunyikan secara aspiratif.
Apakah penulisan lama masih dianggap benar?
Dalam konteks tidak resmi atau percakapan sehari-hari, penulisan lama mungkin masih dimaklumi. Namun, untuk dokumen resmi kenegaraan, akademik, dan administratif, sangat disarankan menggunakan daftar eksonim terbaru ini. (Dokumen UNGEGN “Updated world country names: short and formal names” (GEGN.2/2025/122/CRP.122), memuat kolaborasi BIG–Badan Bahasa–FIB UI–Kemenlu dan tabel lengkap eksonim Indonesia untuk nama negara/Z-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved