PERISTIWA Isra Mi'raj merupakan salah satu mukjizat terbesar yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW. Perjalanan spiritual dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke langit ketujuh menuju Sidratul Muntaha dalam satu malam, bukan sekadar sejarah. Peristiwa ini membawa pesan ibadah yang sangat fundamental, terutama perintah shalat lima waktu.
Bagi umat Islam, memperingati malam 27 Rajab atau di tahun ini jatuh pada 16 Januari 2026 bukan hanya soal seremoni, melainkan momen untuk mempertebal iman melalui berbagai amal kebaikan. Berikut adalah panduan lengkap mengenai amalan Isra Mi'raj yang dianjurkan untuk meningkatkan kualitas spiritual Anda.
Berikut 9 Amalan Isra Mi'raj
1. Memperbanyak Dzikir dan Tasbih
Salah satu amalan utama saat memasuki malam Isra Mi'raj adalah memperbanyak dzikir. Dalam perjalanan Mi'raj, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Ibrahim AS yang menitipkan pesan agar umat Islam memperbanyak tanaman di surga dengan membaca: "Subhanallah, Walhamdulillah, Wala ilaha illallah, Wallahu akbar."
Dzikir ini merupakan bentuk pengakuan atas kebesaran Allah SWT yang mampu menjalankan hamba-Nya melampaui batas ruang dan waktu.
2. Melaksanakan Shalat Sunnah Malam
Mengingat inti dari peristiwa Isra Mi'raj adalah perintah shalat, maka menghidupkan malam tersebut dengan shalat sunnah sangat dianjurkan. Anda dapat melaksanakan shalat Tahajud, shalat Hajat, atau shalat Tasbih. Ibadah ini menjadi sarana "Mi'raj" bagi orang mukmin, yakni sarana berkomunikasi langsung dengan Sang Pencipta di sepertiga malam terakhir.
3. Puasa Sunnah Bulan Rajab
Meskipun tidak ada hadits yang secara spesifik mewajibkan puasa tepat di hari Isra Mi'raj, namun melakukan puasa di bulan Rajab (sebagai salah satu Asyhurul Hurum atau bulan yang dimuliakan) memiliki keutamaan yang besar. Puasa merupakan cara terbaik untuk menahan hawa nafsu dan membersihkan jiwa sebelum memasuki bulan Sya'ban dan Ramadhan.
4. Membaca dan Mentadabburi Al-Qur'an
Membaca kisah Isra Mi'raj yang termaktub dalam Surat Al-Isra ayat 1 dan Surat An-Najm ayat 13-18 dapat meningkatkan keyakinan kita. Memahami makna di balik ayat-ayat tersebut membantu kita menyadari betapa luasnya kekuasaan Allah dan tingginya derajat Nabi Muhammad SAW di sisi-Nya.
5. Memperbanyak Shalawat Nabi
Isra Mi'raj adalah bentuk penghormatan Allah kepada kekasih-Nya, Muhammad SAW, setelah masa kesedihan (Amul Huzni). Dengan memperbanyak shalawat, kita menunjukkan kecintaan dan rasa syukur atas perjuangan Rasulullah yang telah menjemput perintah shalat demi keselamatan umatnya.
6. Mempelajari Sirah Nabawiyah (Kisah Perjalanan Nabi)
People Also Ask: Apa manfaat mempelajari kisah Isra Mi'raj? Dengan mempelajari detail perjalanan Nabi, kita mendapatkan edukasi tentang geografi Islam (Masjidil Aqsa) dan struktur langit. Ini adalah amalan intelektual yang dapat memperkuat akidah, terutama bagi generasi muda.
7. Beristighfar dan Memohon Ampun
Bulan Rajab sering disebut sebagai bulan menanam, di mana salah satu cara "membersihkan lahan" adalah dengan istighfar. Memohon ampun di malam Isra Mi'raj atas segala kelalaian dalam shalat lima waktu adalah langkah awal untuk memperbaiki diri ke depannya.
8. Bersedekah kepada Sesama
Kedermawanan adalah ciri utama Rasulullah. Mengamalkan sedekah di hari peringatan Isra Mi'raj merupakan manifestasi dari rasa syukur. Sedekah tidak hanya berupa materi, tetapi juga bisa berupa memberi makan orang yang berpuasa atau membantu mereka yang sedang kesulitan.
9. Menjaga dan Memperbaiki Kualitas Shalat Lima Waktu
Inilah amalan yang paling esensial. Isra Mi'raj terjadi untuk menjemput perintah shalat. Menjadikan momen ini sebagai titik balik untuk tidak lagi menunda waktu shalat dan berusaha melaksanakannya secara berjamaah adalah bentuk pengamalan Isra Mi'raj yang paling nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Amalan Isra Mi'raj bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum transformasi spiritual. Dengan menjalankan sembilan amalan di atas, diharapkan kualitas iman kita semakin meningkat dan hubungan kita dengan Allah melalui shalat menjadi lebih erat. Mari jadikan peringatan ini sebagai sarana untuk memperbaiki diri menuju pribadi yang lebih bertakwa. (Z-4)
Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.
