Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Sejarah Isra Miraj, Peristiwa Luar Biasa Nabi Muhammad SAW

Reynaldi Andrian Pamungkas
15/1/2026 22:45
Sejarah Isra Miraj, Peristiwa Luar Biasa Nabi Muhammad SAW
Warga mengunjungi Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.(MI/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE)

ISRA Miraj merupakan salah satu peristiwa paling agung dalam sejarah Islam yang membuktikan kebesaran Allah SWT dan kemuliaan Nabi Muhammad SAW. Peristiwa yang terjadi pada periode akhir kenabian di Makkah ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual yang melampaui batas ruang dan waktu manusia. Bagi umat Islam, memahami sejarah ini adalah kunci untuk menyelami esensi ibadah shalat lima waktu yang menjadi tiang agama.

Latar Belakang: Amul Huzni dan Penghiburan Ilahi

Sebelum terjadinya Isra Miraj, Nabi Muhammad SAW berada dalam masa yang sangat berat yang dikenal sebagai Amul Huzni atau Tahun Kesedihan. Beliau kehilangan dua sosok pelindung utama, yaitu istrinya, Sayyidah Khadijah, dan pamannya, Abu Thalib. Di tengah tekanan kaum kafir Quraisy yang semakin meningkat, Allah SWT memuliakan Rasulullah dengan perjalanan Isra Miraj sebagai bentuk penghiburan dan penguatan mental bagi sang pembawa risalah.

Apa Itu Peristiwa Isra?

Secara bahasa, Isra berarti perjalanan di malam hari. Dalam konteks sejarah Nabi, Isra adalah perjalanan kilat Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina. Menggunakan kendaraan bernama Buraq, perjalanan yang biasanya memakan waktu satu bulan dengan unta itu ditempuh hanya dalam sebagian malam saja.

Di Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad SAW memimpin shalat berjamaah sebagai imam bagi para nabi dan rasul terdahulu. Hal ini melambangkan bahwa beliau adalah penutup para nabi (Khatamun Nabiyyin) dan risalah yang dibawanya menyempurnakan ajaran-ajaran sebelumnya.

Apa Itu Peristiwa Miraj?

Miraj berarti tangga atau alat untuk naik. Peristiwa ini merujuk pada kenaikan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Aqsa menuju langit ketujuh hingga sampai ke Sidratul Muntaha. Di setiap tingkatan langit, Nabi bertemu dengan nabi-nabi terdahulu:

  • Langit Pertama: Nabi Adam AS.
  • Langit Kedua: Nabi Isa AS dan Nabi Yahya AS.
  • Langit Ketiga: Nabi Yusuf AS.
  • Langit Keempat: Nabi Idris AS.
  • Langit Kelima: Nabi Harun AS.
  • Langit Keenam: Nabi Musa AS.
  • Langit Ketujuh: Nabi Ibrahim AS.

Menerima Perintah Shalat di Sidratul Muntaha

Puncak dari Miraj adalah ketika Nabi Muhammad SAW sampai di Sidratul Muntaha, tempat tertinggi yang tidak bisa dimasuki bahkan oleh Malaikat Jibril sekalipun. Di sinilah Nabi menerima perintah langsung dari Allah SWT untuk melaksanakan shalat. Awalnya, perintah tersebut berjumlah 50 waktu dalam sehari semalam.

Namun, atas saran Nabi Musa AS yang mengingatkan bahwa umat Nabi Muhammad tidak akan sanggup, Rasulullah berkali-kali kembali memohon keringanan kepada Allah hingga akhirnya ditetapkan menjadi 5 waktu. Meskipun hanya 5 waktu, pahalanya setara dengan 50 waktu bagi mereka yang menjalankannya dengan ikhlas.

Sejarah Isra Miraj bukan sekadar dongeng masa lalu, melainkan mukjizat yang membuktikan bahwa bagi Allah, tidak ada yang mustahil. Peristiwa ini menempatkan shalat pada posisi yang sangat istimewa karena diperintahkan langsung di singgasana tertinggi langit.

Dengan memahami sejarah ini, diharapkan umat Islam dapat menjalankan shalat bukan sebagai beban, melainkan sebagai kebutuhan spiritual untuk "naik" menemui Sang Khalik. (Z-4)

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik