Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI mendorong optimalisasi Kantor Digital di seluruh daerah sebagai upaya memperkuat penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), khususnya menjelang bulan Ramadan.
Langkah tersebut dinilai penting, mengingat peran Kantor Digital sebagai wajah utama Baznas di ruang publik digital, sekaligus sarana strategis untuk memperluas jangkauan layanan dan edukasi zakat kepada masyarakat.
Pimpinan Baznas RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Nadratuzzaman Hosen, menyampaikan, hingga saat ini Baznas telah membangun 415 Kantor Digital di tingkat pusat dan daerah. Namun, dari jumlah tersebut, baru sekitar 30 persen yang aktif dimanfaatkan secara optimal.
“Ini menjadi tugas bersama kita untuk mengaktifkan seluruh Kantor Digital yang sudah dibangun. Jika tidak dimanfaatkan akan sangat disayangkan, mengingat manfaatnya yang begitu sangat besar, khususnya pada penghimpunan,” ungkapnya dalam Pengajian Baznas bertajuk Desain Konten Dan Digital Fundraising Ramadan Melalui Kantor Digital yang disiarkan melalui kanal YouTube Baznas TV.
"Saya melihat rendahnya perolehan dana fundraising salah satunya disebabkan oleh Kantor Digital yang belum hidup secara optimal. Jika Kantor Digital aktif, masyarakat akan lebih mengenal Baznas dan pada akhirnya akan tertarik untuk menunaikan zakatnya," ujar Nadratuzzaman.
Ia menambahkan, Kantor Digital tidak hanya bermanfaat bagi para muzaki, tetapi juga bagi mustahik. Melalui media digital, Baznas dapat mempengaruhi perilaku masyarakat agar lebih percaya dan tertarik menunaikan zakatnya melalui lembaga resmi negara.
“Selama ini kita terlalu terperangkap dengan harapan pada zakat ASN semata, padahal potensi di luar zakat ASN juga sangat besar. Namun masyarakat belum banyak mengetahui peran dan fungsi Baznas. pentingnya memanfaatkan Kantor Digital secara optimal,” katanya.
Sementara itu, Kepala Humas Baznas RI, Yudhiarma, mengatakan, Kantor Digital merupakan wajah utama Baznas di ruang publik digital. Keberadaannya sangat menentukan persepsi dan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja lembaga pengelola zakat nasional tersebut.
"Keberhasilan Pengumpulan adalah gabungan antara keberhasilan Komunikasi, keberhasilan dalam memberikan Saluran kemudahan donasi, ditambah Layanan yang memberi Kepuasan kepada donatur dan Database yang lengkap," ujar Yudhiarma.
“Melalui Kantor Digital, masyarakat dapat melihat langsung kinerja dan dampak program Baznas. Transparansi inilah yang menjadi kunci dalam membangun kepercayaan dan meningkatkan partisipasi masyarakat, dengan begitu,” kata Yudhiarma.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Divisi Pengumpulan Digital Baznas RI, Fahrudin, mengatakan, keunggulan Kantor Digital dibandingkan pola konvensional terletak pada jangkauan layanan yang aktif selama 24 jam, berskala nasional hingga global, serta seluruh aktivitasnya dapat diukur berbasis data.
Ia menjelaskan, Kantor Digital dirancang ekosistem yang saling terhubung, mencakup konten digital, platform donasi, distribusi informasi, serta data dan analitik. Seluruh komponen tersebut bertujuan mendukung proses pengumpulan zakat yang lebih efektif dan terukur.
“Kantor Digital memungkinkan Baznas merespons perilaku muzaki secara lebih cepat dan tepat. Kepercayaan publik dapat dijaga, sementara kinerja pengumpulan bisa dipantau secara harian,” katanya. (H-2)
Ajakan tersebut disampaikan Tsamara dalam acara Z-Talk: Zakat Menguatkan Indonesia, Melalui Media Massa dan Silaturahmi Forum Matraman yang diselenggarakan oleh Baznas RI di Jakarta.
Zakat fitrah wajib ditunaikan oleh setiap Muslim, baik laki-laki maupun perempuan, dewasa maupun anak-anak, selama mereka memiliki kelebihan kebutuhan pokok.
Z-Talk merupakan salah satu kegiatan tatap muka antara pimpinan Baznas dengan praktisi/pimpinan media massa.
Zakat adalah instrumen penting dalam Islam yang berfungsi membersihkan harta sekaligus menumbuhkan solidaritas sosial.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI mencatat capaian bersejarah dalam pelaksanaan Zakat Istana 2026 bertajuk Zakat Menguatkan Indonesia.
Universitas Syiah Kuala (USK) Aceh, kini menyalurkan Rp158.900.000 dana zakat kepada 227 orang mustahik (orang yang berhak menerima) karyawan kontrak di lingkungan unit kerja kampus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved