Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

5 Rahasia Besar di Balik Perjalanan Isra Miraj yang Jarang Diketahui!

 Gana Buana
15/1/2026 12:57
5 Rahasia Besar di Balik Perjalanan Isra Miraj yang Jarang Diketahui!
Peristiwa penting di balik Isra Miraj(Freepik)

ISRA Miraj bukan sekadar perjalanan malam biasa dalam sejarah Islam. Peristiwa ini merupakan salah satu mukjizat terbesar yang dialami Nabi Muhammad SAW, di mana dimensi ruang dan waktu seakan terlipat dalam satu malam. Bagi umat Islam, memahami peristiwa penting di balik Isra Miraj adalah kunci untuk menyelami kedalaman makna ibadah shalat dan keteguhan iman.

Peristiwa ini terjadi pada periode Makkah, tepatnya sebelum hijrah ke Madinah. Namun, untuk memahami mengapa perjalanan ini terjadi, kita harus menengok kondisi psikologis dan sosiologis yang dialami Rasulullah pada masa itu.

1. Apa Itu Amul Huzni dan Hubungannya dengan Isra Miraj?

Sebelum peristiwa agung ini terjadi, Nabi Muhammad SAW berada dalam fase yang disebut sebagai Amul Huzni atau Tahun Kesedihan. Dalam waktu yang berdekatan, beliau kehilangan dua sosok pelindung utama: Khadijah binti Khuwailid (istri tercinta) dan Abu Thalib (paman yang menjadi tameng politiknya).

Kehilangan ini membuat posisi dakwah Nabi di Makkah semakin terjepit. Tekanan kaum Quraisy meningkat drastis karena Nabi tidak lagi memiliki perlindungan sosial yang kuat. Dalam konteks inilah, Isra Miraj hadir sebagai bentuk "hiburan" dan penguatan spiritual langsung dari Allah SWT kepada hamba-Nya yang sedang berduka.

2. Pembersihan Dada

Salah satu peristiwa penting yang sering terlupakan adalah proses pembersihan dada Nabi oleh Malaikat Jibril sebelum perjalanan dimulai. Menggunakan air zamzam, Jibril membasuh hati Rasulullah untuk mengisinya dengan iman, hikmah, dan keyakinan.

Proses ini melambangkan bahwa untuk melakukan perjalanan menuju kedekatan dengan Tuhan (Mi'raj), seorang manusia harus membersihkan hatinya dari segala kotoran duniawi. Ini adalah pesan universal tentang pentingnya integritas moral sebelum memegang amanah besar.

3. Isra: Koneksi Antar Dua Kiblat Suci

Isra adalah perjalanan horizontal dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Palestina. Menggunakan kendaraan Buraq, perjalanan yang biasanya memakan waktu satu bulan dengan unta, ditempuh hanya dalam sekejap mata.

Di Masjidil Aqsa, Rasulullah mengimami shalat para nabi terdahulu. Peristiwa ini menegaskan posisi Nabi Muhammad SAW sebagai pemimpin para nabi (Imamul Anbiya) dan menyatukan risalah tauhid dari masa ke masa. Hal ini juga memberikan legitimasi religius bahwa Masjidil Aqsa adalah tanah suci yang tak terpisahkan dari sejarah Islam.

4. Miraj: Menembus Tujuh Lapis Langit

Setelah dari Baitul Maqdis, dimulailah perjalanan vertikal menuju Sidratul Muntaha. Di setiap lapisan langit, Rasulullah bertemu dengan para nabi sebelumnya, yang memberikan gambaran tentang kontinuitas wahyu:

  • Langit Pertama: Bertemu Nabi Adam AS (Bapak Manusia).
  • Langit Kedua: Bertemu Nabi Isa AS dan Nabi Yahya AS.
  • Langit Ketiga: Bertemu Nabi Yusuf AS (Simbol ketampanan dan kesabaran).
  • Langit Keempat: Bertemu Nabi Idris AS.
  • Langit Kelima: Bertemu Nabi Harun AS.
  • Langit Keenam: Bertemu Nabi Musa AS.
  • Langit Ketujuh: Bertemu Nabi Ibrahim AS (Bapak Para Nabi).

5. Perintah Shalat 5 Waktu

Puncak dari Isra Miraj adalah ketika Nabi Muhammad SAW mencapai Sidratul Muntaha dan Baitul Ma'mur untuk berkomunikasi langsung dengan Allah SWT. Di sinilah perintah shalat pertama kali diturunkan. Awalnya, Allah memerintahkan 50 waktu shalat dalam sehari.

Melalui saran Nabi Musa AS dan negosiasi yang penuh kasih sayang, jumlah tersebut dikurangi hingga menjadi 5 waktu sehari semalam, namun dengan nilai pahala yang tetap setara dengan 50 waktu. Shalat kemudian menjadi "Miraj"-nya orang mukmin, sarana bagi setiap hamba untuk berkomunikasi langsung dengan Penciptanya tanpa perantara.

Hikmah Isra Miraj dalam Kehidupan Modern

Di era digital yang serba cepat, Isra Miraj mengajarkan kita tentang limitasi akal manusia. Ada hal-hal yang tidak bisa dijelaskan secara empiris namun nyata secara spiritual. Peristiwa ini juga mengajarkan bahwa setelah kesulitan (Amul Huzni), pasti ada kemudahan dan kemuliaan (Isra Miraj).

Peristiwa penting di balik Isra Miraj membuktikan bahwa Islam adalah agama yang memadukan kekuatan spiritual dan visi masa depan. Dari kesedihan mendalam di Makkah hingga kemuliaan di Sidratul Muntaha, Nabi Muhammad SAW memberikan teladan bahwa kedekatan dengan Tuhan adalah kunci utama menghadapi tantangan duniawi. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik