Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Benarkan Wasir Bisa Kambuh meski Sudah Operasi? Ini Kata Dokter Bedah

N Apuan Iskandar
12/1/2026 17:19
Benarkan Wasir Bisa Kambuh meski Sudah Operasi? Ini Kata Dokter Bedah
Dokter spesialis bedah, Franky Mainza Zulkarnain.(Dok. MI)

WASIR atau ambeien adalah kondisi pembengkakan pembuluh darah vena di sekitar anus dan rektum bagian bawah yang bisa menyebabkan nyeri, gatal, bengkak, hingga pendarahan saat buang air besar. Penanganan wasir umumnya harus ditangani dengan operasi jika perubahan gaya hidup dan obat-obatan sudah tak lagi mampu membantu mengatasi gejala.

Namun, setelah operasi wasir dilakukan, wasir bukan tidak mungkin untuk kembali muncul. Dokter spesialis bedah, Franky Mainza Zulkarnain, mengatakan tidak menampik bahwa fistula memiliki risiko kekambuhan, termasuk setelah tindakan modern seperti laser. Angka kekambuhan tersebut berkisar sekitar 7 persen, namun bisa ditekan jika pasien benar-benar melakukan perubahan gaya hidup.

“Laser itu membantu, tapi kalau kebiasaannya sama, tekanannya sama, ya tetap bisa kambuh,” katanya.

Faktor keturunan juga disebut memiliki peran, meski risikonya tidak tinggi. Artinya, memiliki riwayat keluarga bukan berarti seseorang pasti akan mengalami fistula, tetapi tetap perlu lebih waspada.

Pada perempuan hamil, wasir menjadi keluhan yang cukup sering terjadi. Hal ini disebabkan oleh peningkatan tekanan selama kehamilan. Setelah melahirkan, tekanan memang bisa berkurang, tetapi sisa wasir tetap mungkin tertinggal.

“Karena itu, operasi pada ibu hamil biasanya tidak darurat. Bisa ditunda sampai selesai menyusui, kecuali ada komplikasi berat,” jelas dr. Franky.

Ia juga mengingatkan pentingnya disiplin pascaoperasi. Pasien dianjurkan tidak berolahraga selama satu bulan, membatasi duduk lebih dari tiga jam, menghindari alkohol dan gorengan, serta menjaga frekuensi buang air besar agar tidak terlalu sering.

Bagi pasien yang mengonsumsi obat pengencer darah, tindakan operasi harus dilakukan dengan koordinasi ketat bersama dokter jantung. Saat ini, sudah tersedia skema temporary off agar operasi tetap bisa dilakukan dengan aman.

“Intinya, ini bukan cuma soal tindakan medis. Ini soal kebiasaan. Kalau kebiasaan tidak diubah, penyakit ini akan terus berulang,” pungkas dr. Franky. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya