Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Wasir dan Fistula tak Melulu Harus Operasi, Dokter Ungkap Peran Tekanan, Makanan, dan Gaya Hidup

N Apuan Iskandar
12/1/2026 17:11
Wasir dan Fistula tak Melulu Harus Operasi, Dokter Ungkap Peran Tekanan, Makanan, dan Gaya Hidup
Dokter spesialis bedah dr. Franky Mainza Zulkarnain, Sp.B(Dok. MI)

BANYAK orang masih mengira wasir atau ambeien, dan fistula anus adalah penyakit yang ujungnya pasti berakhir di meja operasi. Padahal, menurut dokter spesialis bedah dr. Franky Mainza Zulkarnain, Sp.B, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Dalam banyak kasus, kunci utama penanganan wasir justru terletak pada pengelolaan tekanan, pola makan, dan perubahan gaya hidup.

“Tidak semua wasir atau fistula harus langsung dioperasi, apalagi operasi ulang. Banyak yang sebenarnya cukup dengan mengontrol tekanan, makanannya diperbaiki, dan perawatannya dilanjutkan dengan benar,” ujar dr. Franky.

Ia menjelaskan, tekanan di area anus menjadi faktor paling dominan dalam memicu dan memperparah keluhan. Tekanan ini bisa berasal dari kebiasaan mengejan berlebihan, duduk terlalu lama terutama di toilet sambil bermain ponsel hingga aktivitas fisik yang terlalu berat.

Masalah lain yang sering luput diperhatikan adalah pola makan. Dr. Franky menyebut, sejumlah makanan dapat meningkatkan “panas” dan tekanan di perut, yang pada akhirnya memperburuk kondisi wasir maupun fistula.

“Pasien sebaiknya menghindari makanan seperti durian, nanas, kopi, makanan pedas, juga daging kambing. Makanan ini bisa mempercepat aliran darah ke area anus dan bikin keluhan makin berat,” jelasnya.

Dalam hal tindakan medis, dr. Franky menegaskan bahwa operasi bukan selalu menjadi langkah pertama. Pada beberapa kasus, pasien justru perlu dipantau terlebih dahulu selama beberapa hari hingga kondisi stabil, sebelum diputuskan apakah tindakan operasi benar-benar diperlukan.

Khusus pada kasus fistula anus, pemeriksaan penunjang menjadi sangat krusial. Salah satunya adalah MRI.

“MRI itu penting sekali untuk fistula. Kita harus tahu jalurnya ke mana, cabangnya berapa, dan sedalam apa. Kalau tidak pakai MRI, ada risiko jalur fistula tidak tertangani semua dan akhirnya jadi abses ulang,” ungkapnya. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya