Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Teknologi Laser Minim Nyeri jadi Terobosan Baru Penanganan Wasir

N Apuan Iskandar
12/1/2026 17:33
Teknologi Laser Minim Nyeri jadi Terobosan Baru Penanganan Wasir
Ilustrasi wasir.(Dok. Freepik)

PERKEMBANGAN teknologi medis menghadirkan terobosan baru dalam penanganan wasir dan fistula anus atau fistula ani melalui metode berbasis teknologi laser yang minim nyeri dan mempercepat pemulihan pasien. Teknologi Laser Hemorrhoidoplasty (LHP) dan Fistula-tract Laser Closure (FiLaC) kini menjadi alternatif unggulan dibanding operasi wasir konvensional yang selama ini identik dengan nyeri pascatindakan dan masa pemulihan yang panjang.

Wasir dan fistula anus merupakan gangguan di area anus yang berkaitan dengan tekanan tinggi, peradangan, serta gangguan aliran darah. Kondisi ini dapat dialami berbagai kelompok, mulai dari pekerja dengan aktivitas duduk lama, perempuan hamil, hingga pasien dengan pola makan tidak seimbang. Tekanan berlebih akibat mengejan saat buang air besar, kebiasaan duduk terlalu lama, serta kehamilan menjadi faktor pemicu utama.

“Jadi lasernya ini hanya dimasukin ke jaringan yang terdampak, nanti dikit dikit dia bakal mulai mengecil,” ujar dr. Franky Mainza Zulkarnain, Sp.B, dokter bedah. Menurutnya, pada prosedur Laser Hemorrhoidoplasty, laser digunakan untuk mengecilkan pembuluh darah hemoroid dari dalam tanpa perlu pemotongan jaringan.

Sementara itu, pada kasus fistula ani, teknologi FiLaC memungkinkan penutupan saluran fistula secara menyeluruh dari dalam. “Keunggulan FiLaC adalah risiko lebih rendah, sehingga fungsi menahan buang air besar tetap terjaga,” kata dr. Franky.

Keunggulan utama kedua metode ini terletak pada nyeri pascatindakan yang minimal, perdarahan yang lebih sedikit, serta masa pemulihan yang lebih singkat. Prosedur umumnya berlangsung sekitar satu jam dan dapat dilakukan dengan konsep one-day care. “Sebagian besar pasien sudah dapat kembali beraktivitas normal dalam waktu kurang dari satu minggu, bahkan ada yang baru hari ini selesai tindakan besoknya udah kerja” jelasnya.

Teknologi laser direkomendasikan bagi pasien wasir internal maupun eksternal yang tidak membaik dengan terapi konservatif, serta pasien fistula ani dengan jalur saluran yang telah terpetakan dengan baik. Langkah yang tak kalah penting adalah pemeriksaan MRI, terutama pada fistula ani, untuk memastikan seluruh saluran teridentifikasi. “Tanpa pemetaan yang akurat, risiko abses berulang akan lebih tinggi. Dengan teknik yang tepat, angka kekambuhan hanya berkisar antara 3%-7%,” tambahnya.

Pada kondisi khusus seperti kehamilan, tindakan operasi umumnya tidak bersifat darurat. “Biasanya setelah melahirkan, tekanan di area anus menurun dan wasir sering kali mengecil dengan sendirinya, sehingga operasi dapat ditunda,” ujar dr. Franky.

Teknologi LHP dan FiLaC telah digunakan secara luas di berbagai pusat layanan kesehatan internasional sebagai bagian dari pendekatan bedah minimal invasif. 

Meski demikian, dr. Franky menegaskan bahwa keberhasilan jangka panjang tidak hanya bergantung pada teknologi. “Perubahan gaya hidup, pola makan tinggi serat kaya sayur, meminum air putih yang cukup, dan tidak duduk terlalu lama tetap menjadi kunci utama untuk mencegah kekambuhan,” tutupnya. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik