Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Asal Usul Dajjal: Kisah Tamim Ad-Dari, Ciri Fisik, dan Lokasi Kemunculan

Wisnu Arto Subari
09/1/2026 23:31
Asal Usul Dajjal: Kisah Tamim Ad-Dari, Ciri Fisik, dan Lokasi Kemunculan
Ilustrasi.(Freepik)

DALAM eskatologi Islam, tidak ada ujian yang lebih dahsyat sejak penciptaan Nabi Adam AS hingga hari kiamat selain fitnah Al-Masih Ad-Dajjal. Sosok ini bukan sekadar simbol kejahatan, melainkan entitas nyata yang saat ini sedang menunggu waktu untuk dilepaskan.

Artikel ini akan mengupas tuntas asal usul Dajjal berdasarkan dalil shahih. Ini membedakannya dengan tokoh Ibnu Sayyad serta mengungkap lokasi penjaranya.

1. Etimologi: Mengapa Disebut "Al-Masih Ad-Dajjal"?

Rasulullah SAW memberikan julukan spesifik ini bukan tanpa alasan. Secara bahasa Arab, maknanya adalah:

  • Al-Masih (Terhapus/Mengusap): Dinamakan demikian karena salah satu matanya terhapus (buta/cacat) atau karena ia mampu mengusap (menjelajahi) bumi dengan sangat cepat.
  • Ad-Dajjal (Penutup/Pembohong): Berasal dari kata Dajjala yang artinya menutupi sesuatu. Ia disebut Dajjal karena menutupi kebenaran dengan kebohongan yang memukau (sihir/istidraj).

Baca juga: Asal Usul Imam Mahdi Nasab, Ciri Fisik, dan Kronologi Kemunculannya

2. Genealogi: Manusia, Jin, atau Ibnu Sayyad?

Banyak kesimpangsiuran mengenai siapa orangtua Dajjal. Untuk memahami asalnya, kita perlu membedakan dua narasi besar dalam hadits:

A. Dajjal adalah Manusia (Bani Adam)

Mayoritas ulama (jumhur) sepakat bahwa Dajjal adalah manusia keturunan Adam, bukan jin. Ia diberi umur panjang (ditangguhkan ajalnya) seperti Nabi Isa AS, tetapi untuk tujuan penyesatan.

Baca juga: Asal Usul Yajuj Majuj Silsilah, Lokasi Tembok Zulkarnain, dan Fakta Akhir Zaman

B. Misteri Ibnu Sayyad

Dalam Musnad Ahmad, terdapat riwayat tentang sepasang suami istri Yahudi di Madinah yang mandul selama 30 tahun, lalu lahirlah anak laki-laki bermata cacat yang matanya tidur tetapi hatinya terjaga. Anak ini bernama Ibnu Sayyad.

Umar bin Khattab RA pernah bersumpah di depan Nabi bahwa Ibnu Sayyad adalah Dajjal dan Nabi SAW diam (tidak membantah). Namun, pendapat ulama peneliti (muhaqqiq) seperti Imam An-Nawawi menyimpulkan Ibnu Sayyad hanyalah Dajjal Kecil atau pendusta, sedangkan Dajjal Besar adalah sosok berbeda yang ditemui Tamim Ad-Dari di tengah laut.

Baca juga: Asal Usul Malaikat Menurut Islam Makhluk Cahaya yang Tercipta sebelum Adam

3. Bukti Keberadaan: Hadits Tamim Ad-Dari (Al-Jassasah)

Bukti paling valid mengenai keberadaan fisik Dajjal terdapat dalam Hadits Riwayat Muslim no. 2942. Kisah ini bermula ketika Tamim Ad-Dari (seorang pelaut Kristen yang kemudian masuk Islam) terdampar di sebuah pulau tak dikenal.

  • Al-Jassasah: Tamim bertemu hewan berbulu sangat lebat hingga tak bisa dibedakan kepala dan ekornya. Hewan ini mengaku sebagai mata-mata (Al-Jassasah).
  • Sosok Terbelenggu: Di dalam biara, Tamim melihat pria berpostur sangat besar, tangan dan lehernya dibelenggu rantai besi yang kuat.
  • 4 Pertanyaan Dajjal: Sosok itu menanyakan empat hal kepada Tamim:
    1. Apakah pohon Kurma Baisan masih berbuah?
    2. Apakah Danau Tiberias masih berair?
    3. Apakah Mata Air Zughar masih mengalir?
    4. Apakah Nabi yang Ummi (Muhammad SAW) sudah diutus?

Ketika Tamim menjawab bahwa kurma Baisan dan air Tiberias masih ada tetapi akan berkurang, sosok itu berkata: "Ketahuilah, aku adalah Al-Masih Ad-Dajjal, dan sebentar lagi aku akan diizinkan keluar."

Baca juga: Asal Usul Jin Menurut Islam Diciptakan sebelum Adam dari Api Samum

4. Ciri Fisik Dajjal (Berdasarkan Hadits Shahih)

Rasulullah SAW memberikan deskripsi fisik yang sangat rinci agar umatnya tidak tertipu:

  • Mata Kanan: Buta dan menonjol seperti buah anggur yang mengapung (Inabah Thafiyah).
  • Mata Kiri: Tertutup selaput tebal (Hufrah).
  • Rambut: Sangat keriting (Ja'du ar-ra's) dan lebat.
  • Tanda di Dahi: Tertulis huruf Ka-Fa-Ra (Kafir) yang bisa dibaca oleh setiap mukmin, baik yang buta huruf maupun yang bisa membaca.
  • Postur: Pendek, gempal, dan kakinya agak bengkok (berjarak antara betis).

Baca juga: Apa Perbedaan Mendasar Jin, Iblis, dan Setan dalam Islam

5. Peta Kemunculan: Khurasan dan Isfahan

Meskipun saat ini ia dipenjara di pulau misterius, Rasulullah SAW telah memetakan jalur kemunculannya di daratan:

  • Titik Awal: "Dajjal akan keluar dari bumi di arah timur yang dinamakan Khurasan." (HR. Tirmidzi). Wilayah ini kini mencakup sebagian Iran, Afghanistan, dan Asia Tengah.
  • Basis Pasukan: Ia akan diikuti oleh 70.000 orang Yahudi dari Isfahan (Iran) yang mengenakan jubah persia (Tayalisah). (HR. Muslim).

6. Akhir Perjalanan: Gerbang Ludd

Dajjal akan mengelilingi bumi selama 40 hari. Hari pertama rasanya setahun, hari kedua sebulan, hari ketiga sepekan, dan sisanya seperti hari biasa. Petualangannya akan berakhir saat Nabi Isa AS turun di Menara Putih Damaskus.

Dajjal akan lari dan akhirnya terbunuh di Gerbang Ludd (Lod). Lokasi ini sekarang adalah sebuah kota di dekat Tel Aviv, Israel, yang menjadi lokasi bandara strategis.

Pertanyaan Sering Diajukan (FAQ)

Apakah Dajjal masih hidup sekarang?

Ya, berdasarkan Hadits Tamim Ad-Dari dalam Shahih Muslim, Dajjal saat ini masih hidup dan terbelenggu di sebuah pulau hingga Allah mengizinkannya lepas.

Di mana lokasi pulau Dajjal?

Rasulullah SAW menunjuk ke arah Timur (dari Madinah). Beberapa ulama berpendapat di Laut Arab atau Samudra Hindia. Namun lokasi pastinya dirahasiakan Allah.

Apa bedanya Dajjal dengan Samiri?

Samiri adalah pembuat patung sapi di zaman Nabi Musa AS. Meskipun ada teori konspirasi yang menyamakan keduanya, mayoritas ahli hadits memisahkan keduanya sebagai individu yang berbeda.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya