Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
SNPMB (Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru) baik itu Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) akan segera dibuka pada 12 Januari 2026. Untuk itu, Tim Penanggungjawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 meminta sekolah segera mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).
Pasalnya, proses pengisian data dibatasi hingga 2 Februari 2026. Sekolah yang tidak memenuhi ketentuan itu, tidak bisa mengikutsertakan siswanya pada pelaksanaan SNBP.
Ketua Umum Tim Penanggungjawab SNPMB 2026, Eduart Wolok mengatakan, pengisian PDSS harus sesuai dengan jadwal yang tersedia. Sebab, tidak ada perpanjangan waktu bila ada sekolah yang terlewat.
”Yang perlu kami ingatkan adalah terkait waktu seleksi penerimaan mahasiswa baru. Ini benar-benar harus kita penuhi dan kita patuhi,” ungkapnya dalam acara Sosialisasi Registrasi Akun SNPMB dan Pengisian PDSS di YouTube SNPMB.
Menurut Eduart, PDSS diisi dengan data siswa yang sudah dinyatakan eligible sesuai dengan kuota yang sudah diumumkan. Input data itu dilakukan secara daring melalui dua skema. Yakni, manual dan dengan melakukan sinkronisasi e-rapor.
Sekolah yang mengisi PDSS dengan menggunakan e-rapor akan mendapat tambahan kuota siswa eligible. Besarnya hingga 5 persen dari total murid kelas XII.
Di tempat yang sama, Koordinator SNBP dalam Tim SNPMB 2026, Riza Satria Perdana memastikan sekolah akan mendapatkan tambahan kuota 5 persen bila mengisi PDSS dengan e-rapor.
”Saya ingin sampaikan ke para guru, bahwa tambahan 5 persen bukan omong kosong, bukan PHP kalau kata anak sekarang,” paparnya.
Berdasarkan data SNBP 2025, kata Riza, siswa yang diterima ternyata tidak hanya peringkat atas. Murid yang berada di rentang peringkat 40 hingga 45 persen tetap memiliki peluang signifikan untuk diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
”Siswa yang berada di peringkat 40-45 persen bukan berarti dia tidak punya peluang untuk diterima,” jelasnya.
Tambahan lima persen itu akan sangat berarti bagi sekolah dengan akreditasi A. Riza mencontohkan, sekolah yang memiliki 200 siswa akan memperoleh kuota SNBP sebesar 40 persen atau 80 murid. Jika satuan pendidikan tersebut mengisi PDSS dengan e-rapor, kuotanya bertambah. (H-2)
PANITIA Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru atau SNPMB 2026 memperketat aturan main dalam pemilihan program studi (prodi) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Untuk membuat akun SNPMB, siswa dapat mengikuti langkah-langkah berikut dan simak syarat pendaftarannya.
Sedikitnya 100 orang siswa kelas XII MAN 1 Pidie berpeluang mendaftar melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
TAHAPAN Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) mulai dibuka Senin (29/12).
Mulai 2026, siswa yang ikut SNBP tak lagi hanya mengandalkan rapor. Mereka wajib menjalani Tes Kemampuan Akademik (TKA) dengan mekanisme pendaftaran yang lebih ketat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved