Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Dalam ajaran Islam, setiap aktivitas dianjurkan untuk dimulai dengan menyebut nama Allah SWT, termasuk saat hendak bepergian. Salah satu lafal doa yang masyhur dan memiliki nilai sejarah yang sangat dalam adalah bismillahi majreha wa mursaha.
Kalimat mulia ini bukan sekadar doa biasa, melainkan penggalan dari ayat suci Al-Qur'an yang mengisahkan peristiwa besar pada masa Nabi Nuh AS. Memahami makna dan konteks dari kalimat ini sangat penting bagi umat Muslim, terutama sebagai bekal doa keselamatan saat menempuh perjalanan, baik di darat maupun di laut.
Lafal ini terdapat di dalam Surat Hud ayat 41. Ayat ini merekam momen genting ketika Nabi Nuh AS memerintahkan kaumnya yang beriman untuk naik ke atas bahtera guna menyelamatkan diri dari banjir besar yang ditimpakan Allah SWT sebagai azab bagi kaum yang ingkar. Berikut adalah pembahasan mendalam mengenai teks Arab, terjemahan, tafsir, hingga keutamaan mengamalkan doa ini.
Untuk memahami doa ini secara utuh, kita perlu melihat ayatnya secara lengkap. Berikut adalah bacaan Surat Hud ayat 41 yang memuat lafal bismillahi majreha wa mursaha:
وَقَالَ ٱرْكَبُوا۟ فِيهَا بِسْمِ ٱللَّهِ مَجْر۪ىٰهَا وَمُرْسَىٰهَآ ۚ إِنَّ رَبِّى لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ
Latin:
Wa qālar-kabū fīhā bismillāhi majrehā wa mursāhā, inna Rabbī laghafūrur raḥīm.
Artinya:
"Dan dia (Nuh) berkata, 'Naiklah kamu semua ke dalamnya (kapal) dengan (menyebut) nama Allah pada waktu berlayar dan berlabuhnya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.'"
Baca juga: 25 Nabi dan Rasul beserta Tugas dan Mukjizatnya
Berdasarkan tafsir dari berbagai ulama, ayat dalam Surat Hud ini mengajarkan tentang tawakal tingkat tinggi. Ketika Nabi Nuh AS dan kaumnya naik ke bahtera, mereka tidak memiliki kendali atas gelombang air bah yang dahsyat. Oleh karena itu, Nabi Nuh menyerahkan sepenuhnya pergerakan kapal tersebut kepada kehendak Allah SWT.
Makna gabungan dari kalimat tersebut adalah penyerahan diri total bahwa hanya Allah yang mampu menjalankan kendaraan tersebut dengan selamat dan hanya Allah pula yang mampu menghentikannya di tempat yang aman. Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Nabi Nuh AS memerintahkan pengikutnya untuk menyebut nama Allah saat kapal mulai bergerak dan saat kapal akan berhenti, sebagai bentuk permohonan perlindungan dari keganasan banjir.
Baca juga: Kisah Singkat 25 Nabi dan Rasul beserta Mukjizat Mereka
Bagi Anda yang mempelajari ilmu tajwid, lafal majreha dalam ayat ini memiliki keistimewaan tersendiri dalam riwayat Hafs dari Imam 'Ashim (riwayat yang umum digunakan di Indonesia). Kata ini dibaca dengan hukum bacaan Imalah Kubra.
Imalah artinya memiringkan bunyi fathah ke arah kasrah, sehingga bunyi "ra" pada kata majraha tidak dibaca "ra" yang tebal, melainkan miring menjadi bunyi "re" (seperti bunyi 'e' pada kata 'sate'). Oleh karena itu, dalam transliterasi sering ditulis sebagai majrehā. Ini adalah satu-satunya bacaan Imalah dalam Al-Qur'an menurut riwayat Hafs, yang menambah keunikan dan keindahan ayat ini.
Baca juga: Kisah Nabi Yusuf dan Mukjizatnya yang Menakjubkan
Meskipun ayat ini turun dalam konteks Nabi Nuh AS dan bahteranya, para ulama sepakat bahwa doa ini sangat dianjurkan untuk dibaca oleh umat Muslim saat hendak bepergian, khususnya ketika menggunakan transportasi laut atau menyeberangi perairan. Namun, doa ini juga relevan untuk perjalanan darat dan udara sebagai bentuk permohonan keselamatan.
Membaca bismillahi majreha wa mursaha saat kendaraan mulai bergerak adalah bentuk pengakuan bahwa canggihnya teknologi kendaraan tidak menjamin keselamatan mutlak tanpa izin Allah SWT. Selain doa ini, umat Islam juga dianjurkan menggabungkannya dengan doa naik kendaraan yang terdapat dalam Surat Az-Zukhruf ayat 13-14:
سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ
Artinya: "Maha Suci (Allah) yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami."
Baca juga: Kisah Nabi Jirjis Hidup kembali meski Dibunuh 70 Kali
Kalimat bismillahi majreha wa mursaha adalah warisan doa dari Nabi Nuh AS yang diabadikan dalam Al-Qur'an. Mengamalkan doa ini saat bepergian bukan hanya sekadar ritual, melainkan manifestasi keimanan bahwa setiap pergerakan dan pemberhentian dalam hidup ini berada di bawah kuasa Allah SWT. Dengan melafalkan doa ini, seorang Muslim memohon agar perjalanannya diberkahi, dijauhkan dari marabahaya, dan dihantarkan ke tujuan dengan selamat.
Pelajari doa Nabi Nuh: bacaan, makna, dan pelajarannya. Temukan hikmah dari doa ini untuk kehidupan sehari-hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved