Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Dalam syariat Islam, mengurus jenazah sesama Muslim merupakan kewajiban kolektif atau fardhu kifayah. Salah satu rangkaian terpenting dalam prosesi tersebut adalah menyalatkan dan memanjatkan doa. Khusus untuk jenazah wanita, terdapat perbedaan pelafalan dhamir (kata ganti) dalam bacaan doa mayit perempuan dibandingkan dengan jenazah laki-laki. Memahami perbedaan ini sangat krusial agar doa yang dipanjatkan sesuai dengan kaidah bahasa Arab dan tata cara ibadah yang benar.
Sebelum masuk ke inti doa, penting untuk memahami tata letak dan niat. Jika jenazah adalah perempuan, posisi imam (atau orang yang shalat sendirian) disunnahkan berdiri sejajar dengan bagian perut atau pusar jenazah. Berbeda dengan jenazah laki-laki di mana imam berdiri sejajar dengan kepala.
Berikut adalah bacaan niat shalat jenazah untuk mayit perempuan:
أُصَلِّيْ عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةٍ إِمَامًا/مَأْمُومًا لِلهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli 'ala hadzihil mayyitati arba'a takbiratin fardha kifayatin (imaman/ma'muman) lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya niat shalat atas jenazah perempuan ini empat kali takbir fardhu kifayah, sebagai (imam/makmum) karena Allah Ta'ala."
Shalat jenazah tidak disertai rukuk dan sujud, melainkan terdiri dari empat takbir. Doa khusus untuk mayit perempuan dibaca setelah takbir ketiga dan keempat.
Setelah takbiratul ihram, jamaah diwajibkan membaca surat Al-Fatihah. Ini merupakan rukun yang tidak boleh ditinggalkan. Dalam konteks mendoakan jenazah, pembacaan Al-Fatihah juga menjadi wasilah memohon rahmat Allah SWT. Selain itu, umat Muslim juga dianjurkan untuk rutin membaca Surat Yasin bagi orang yang sedang sakaratul maut atau yang telah meninggal dunia sebagai bentuk penghormatan dan doa.
Setelah takbir kedua, bacalah shalawat Nabi. Shalawat yang paling utama adalah Shalawat Ibrahimiyah, sebagaimana yang dibaca saat tasyahud akhir dalam shalat fardhu.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Latin: Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala aali sayyidina Muhammad.
Inilah bagian terpenting di mana lafal doa disesuaikan. Untuk jenazah perempuan, kata ganti 'hu' diganti menjadi 'ha'. Berikut adalah bacaan lengkap doa mayit perempuan pada takbir ketiga:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا، وَأَكْرِمْ نُزُلَهَا، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهَا، وَاغْسِلْهَا بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهَا مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهَا دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهَا، وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهَا، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهَا، وَأَدْخِلْهَا الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ
Latin: Allahummaghfir laha warhamha wa 'afiha wa'fu 'anha wa akrim nuzulaha wa wassi' madkhalaha waghsilha bilma'i wats-tsalji wal baradi wa naqqiha minal khathaya kama naqqaitats tsaubal abyadho minad danasi wa abdilha daran khairan min dariha wa ahlan khairan min ahliha wa zaujan khairan min zaujiha wa adkhilhal jannata wa a'idzha min 'adzabil qabri au min 'adzabin nar.
Artinya: "Ya Allah, ampunilah dia (perempuan), berilah rahmat kepadanya, selamatkanlah dia, maafkanlah dia, dan tempatkanlah di tempat yang mulia (surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air, salju dan air es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), pasangan yang lebih baik daripada pasangannya (di dunia), dan masukkan dia ke surga, jagalah dia dari siksa kubur dan neraka."
Setelah takbir keempat, doa yang dipanjatkan bertujuan agar keluarga yang ditinggalkan tidak terfitnah dan jenazah tetap mendapatkan pahala. Sekali lagi, perhatikan penggunaan dhomir 'ha':
اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهَا وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهَا وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهَا
Latin: Allahumma laa tahrimna ajraha wa laa taftinna ba'daha waghfir lana wa laha.
Artinya: "Ya Allah, janganlah Engkau haramkan kami dari pahalanya, dan janganlah Engkau beri fitnah pada kami setelah kematiannya, serta ampunilah kami dan dia."
Setelah membaca doa ini, shalat diakhiri dengan mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri.
Seringkali masyarakat tertukar antara doa untuk laki-laki dan perempuan. Berikut ringkasan perbedaannya agar tidak salah ucap:
Setelah prosesi shalat dan pemakaman selesai, disunnahkan untuk tidak langsung pulang, melainkan mendoakan ketetapan hati bagi si mayit. Rasulullah SAW menganjurkan kita memohonkan ampunan dan keteguhan (tatsbit) saat mayit ditanya oleh malaikat Munkar dan Nakir. Anda dapat membaca doa sapu jagat atau doa khusus berikut:
اللَّهُمَّ ثَبِّتْهَا عِنْدَ السُّؤَالِ
Latin: Allahumma tsabbitha 'indas su'aal.
Artinya: "Ya Allah, teguhkanlah dia (perempuan) ketika menghadapi pertanyaan (malaikat)."
Mendoakan orang yang telah meninggal adalah hadiah terindah yang bisa diberikan oleh mereka yang masih hidup. Dengan melafalkan doa mayit perempuan secara fasih dan benar, kita berharap Allah SWT menerima segala amal ibadahnya dan menempatkannya di sisi terbaik-Nya. Jangan lupa untuk senantiasa membaca Al-Qur'an, seperti Surat Al-Mulk yang memiliki keutamaan sebagai penyelamat dari siksa kubur, dan meniatkan pahalanya untuk almarhumah.
Simak bacaan doa Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fuanhu lengkap dengan tulisan Arab, Latin, arti, serta penggunaannya untuk laki-laki dan perempuan.
Simak bacaan doa mayit laki-laki lengkap dengan tulisan Arab, Latin, dan artinya. Panduan mendoakan jenazah pria sesuai sunnah Rasulullah SAW.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved