Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Linguistik Terapan Miliki Peranan Hadapi Era Disruspi Digital

Indrastuti
27/12/2025 18:26
Linguistik Terapan Miliki Peranan Hadapi Era Disruspi Digital
Ilustrasi(Dok Istimewa)

INOVASI teknologi, mobilitas global, dan transformasi sosial telah membentuk ulang cara manusia menggunakan dan mempelajari bahasa.
Hal ini turut menantang asumsi lama sekaligus membuka peluang bagi linguistik terapan yang lebih inklusif dan relevan secara sosial.

"Konferensi ini penting guna merespons perubahan global. Saya mengajak peserta mengkaji peran linguistik terapan dalam merespons komunikasi digital, AI (artificial intelligence), literasi multimodal, serta keadilan linguistik dan pemahaman lintas budaya di era disrupsi," ujar Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Universitas Nasional (Unas) Prof Ernawati Sinaga pada The 2nd International Conference on Multidimensional Applied Linguistics (ICMAL) 2025, di Jakarta.

Konferensi bertema Redefining Applied Linguistics in a Disruptive Era yang diselenggarakan Regaranggi Institute bekerja sama dengan Unas serta sejumlah universitas terkemuka di dalam dan luar negeri ini menjadi forum akademik global yang mempertemukan para pakar, peneliti, pendidik, dan praktisi dari berbagai negara.

Mereka berdialog lintas disiplin, merefleksikan perkembangan mutakhir, serta mendorong inovasi dalam bidang linguistik terapan, pendidikan, komunikasi, dan media di abad ke-21.

Konferensi ini juga membahas tantangan dan peluang akibat transformasi digital, kecerdasan buatan (AI), dinamika globalisasi atas penggunaan bahasa, pembelajaran, dan metodologi penelitian linguistik.

Hadir sebagai pembicara antara lain, Head of RT Indonesia & ASEAN Denis Bolotsky, Assoc Prof Siti Yulidhar Harunasari (Universitas LIA Jakarta), serta praktisi linguistik dan broadcasting Abdul Aziz. Pada kesempatan itu, Denis Bolotsky menyatakan bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga alat kekuasaan. "Melalui bahasa dan framing, realitas dapat dibingkai dan dibentuk,” ujar dia.

Assoc Prof Siti Yulidhar Harunasari memperkenalkan konsep adaptive language interface (ALI), sebuah kerangka pembelajaran bahasa berbasis AI yang adaptif, personal, dan berkelanjutan. “AI akan memberikan dampak maksimal jika terintegrasi dalam desain pembelajaran yang koheren dan pedagogis,” tegasnya.

Menurut dia, konsep ALI memadukan teori pemerolehan bahasa, adaptasi dinamis berbasis AI, dan pembelajaran sosial kontekstual, sehingga diharapkan mampu menjadi fondasi pengembangan pembelajaran bahasa generasi baru yang lebih manusiawi dan inklusif.

Di sisi lain, praktisi linguistik dan broadcasting Abdul Aziz menyoroti linguistik sebagai fondasi komunikasi efektif, persuasif, dan relevan dengan audiens.

“Bahasa dalam broadcasting tidak selalu harus sempurna secara kaidah, tetapi harus komunikatif, membangun emosi dan kepercayaan publik,” kata Abdul.

CEO ICMAL Iskandarsyah Siregar menyampaikan konferensi yang digelar sebagai bagian rangkaian Dies Natalis Unas ini pada hari pertama dihadiri 100 peserta secara luring di luar undangan resmi.

"Ini menunjukkan besarnya minat akademisi dan praktisi pada isu-isu linguistik terapan multidimensional yang relevan dengan tantangan global saat ini," terang dia.

Ia juga menegaskan ICMAL 2025 dirancang dalam dua sesi yang bertujuan menjembatani kerangka teoretis dan praktik nyata.
“Kami ingin diskusi yang terbangun tidak hanya konseptual, tetapi juga aplikatif, sehingga mampu memberikan solusi holistik bagi persoalan peradaban global, baik saat ini maupun di masa depan,” tambahnya.

Ia berharap konferensi ini bisa jadi ruang pertukaran gagasan ilmiah berkelanjutan, memperkuat jejaring akademik global, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat di tengah tantangan disrupsi digital dan globalisasi. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya