Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
YAYASAN Masyarakat Peduli Keselamatan dan Korban Kecelakaan Transportasi (Mapekka) bekerja sama dengan Universitas Nasional (UNAS) menggelar Seminar Nasional. Dengan tema Keselamatan Berkendara di Aula UNAS, Jakarta, seminar diselenggarakan pada Kamis (19/12) dan diikuti oleh civitas akademika UNAS.
Seminar merespons data Korlantas Polri yang mencatat 142.038 kecelakaan lalu lintas sepanjang 2025, dengan kelompok usia 15-24 tahun sebagai penyumbang korban terbesar, lebih dari 67.000 jiwa.
Ketua Mapekka, Haryo Pamungkas, dalam sambutannya menyatakan komitmen yayasan dalam mengurangi korban kecelakaan melalui pendekatan preventif.
"Keselamatan bukan hanya statistik, tapi nyawa dan masa depan keluarga. Kami ingin mahasiswa menjadi agen perubahan untuk membangun budaya aman di jalan raya," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (20/12).
Dekan Fakultas Hukum UNAS, Prof. Basuki Rekso Wibowo, menyebut kolaborasi ini sebagai integrasi literasi hukum dengan keselamatan transportasi.
"Edukasi seperti ini adalah pengabdian masyarakat. Mahasiswa harus paham bahwa aturan hukum dibuat untuk melindungi," katanya.
Seminar menghadirkan empat narasumber. AKBP Prima Agung Pambudi dari Korlantas Polri memaparkan strategi mengubah perilaku berkendara melalui socio engineering dan edukasi.
"Tertib lalu lintas harus jadi gaya hidup," tegasnya.
Materi berikutnya disampaikan dosen FH UNAS, Mochamad Ali Asgar, membahas efektivitas sanksi pidana ringan yang bisa mengurangi pelanggaran hingga 30% jika konsisten. Sementara, Pahala Hendra Hasian dari Jasa Raharja Kanwil DKI Jakarta menekankan pencegahan risiko di kalangan pelajar dan mahasiswa.
"Data kami menunjukkan ribuan kasus di Jakarta," ungkapnya.
Dari perspektif sosiologi Prof. Sigit Rochadi, mengungkap pembangunan budaya keselamatan harus dilakukan secara dini dengan pendekatan berbasis risiko.
Momentum perubahan ditandai dengan pembacaan Pakta Integritas Keselamatan Berkendara oleh para peserta secara serempak. Mereka berkomitmen untuk menjaga ketertiban, seperti kewajiban penggunaan helm dan tidak menggunakan ponsel saat berkendara. Acara ditutup dengan pembagian helm kepada perwakilan mahasiswa. (E-4)
Seminar ini membahas Pembaruan KUHAP menjadi momentum penting dalam menata ulang koordinasi antara penyidik dan penuntut umum dalam sistem peradilan pidana.
Tema seminar di Festival FTIK kali ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara tiga elemen utama, yaitu pemerintah, industri, dan dunia pendidikan tinggi.
Dr. Tauhid Ahmad, Direktur INDEF menyoroti ketergantungan ekonomi Indonesia terhadap kondisi global.
Masyarakat diimbau mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan menggunakan kendaraan sesuai spesifikasi yang ditetapkan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved