Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Hasil Penelitian Bisa Jadi Masukan Kebijakan Terkait Capaian SDGs

Indrastuti
13/11/2025 10:42
Hasil Penelitian Bisa Jadi Masukan Kebijakan Terkait Capaian SDGs
Ilustrasi(Dok ist)

HASIL penelitian perguruan tinggi bisa jadi masukan dalam pengambilan kebijakan beserta praktik nyata yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Demikian mengemuka dalam First International Conference on Economics and Business (Icebus 2025) bertema Sustainable Futures: Rethinking Economics and Business for a Better World yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Nasional (Unas), di Jakarta, Selasa (12/11).

Icebus 2025 menghadirkan akademisi, praktisi, pembuat kebijakan, dan mahasiswa dari berbagai negara untuk berbagi gagasan, hasil riset, serta strategi dalam membangun ekonomi dan bisnis yang beretika, inklusif, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Kegiatan ini juga jadi wadah kolaboratif lintas disiplin ilmu, mulai dari keuangan, pemasaran, sumber daya manusia, digitalisasi, hingga lingkungan hidup, guna menjawab tantangan ekonomi global yang semakin kompleks. 

Penasehat manajemen Unas Prof Yuddy Chrisnandi, yang mewakili Rektor Unas El Amry Bermawi Putera, menyampaikan Icebus 2025 bukan sekadar forum akademik, tetapi juga panggilan moral dan strategis untuk menata kembali arah ekonomi dunia.

Konferensi ini, menurut dia, merupakan ajakan bagi akademisi, pembuat kebijakan, dan pemimpin masa depan untuk menata kembali sistem ekonomi dan bisnis dunia menuju keadilan, keberlanjutan, dan kemanusiaan.
"Kita tidak cuma berdiskusi tentang teori, tetapi berkomitmen mengubah wawasan akademik menjadi tindakan nyata demi masa depan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Yuddy.

Dekan FEB Unas Prof Edi Sugiono menyatakan pentingnya kolaborasi global dalam mewujudkan sistem ekonomi lebih humanis dan berkeadilan.
"Konferensi internasional ini menjadi ruang berbagi ide dan refleksi kritis terhadap praktik ekonomi dan bisnis yang ada. Kami percaya, masa depan ekonomi harus lebih inklusif, humanis, dan berkelanjutan. Melalui Icebus 2025, Unas ingin menegaskan komitmennya sebagai kampus yang mendorong perubahan menuju dunia lebih baik,” ucapnya.

Hadir pula Joon Ki Han dari Busan International College, Korea Selatan, yang membawakan materi bertema Korea HR Key Trends and Its Implication to Global Professionals.

Ia menyoroti pentingnya adaptasi sumber daya manusia terhadap tren global di era digitalisasi dan perubahan budaya kerja internasional.
Icebus 2025 juga menghadirkan sejumlah pakar dunia secara daring, di antaranya Prof Thomas Chemmanur (Boston College, AS), Prof Byung Ik Jung (Tongmyong University, Korea Selatan), Prof Rossazana Ab Rahim (Universiti Malaysia Sarawak), dan Prof Walid Saffar (Hong Kong Polytechnic University).

Penyelenggaraan Icebus 2025 yang digelar hybrid ini menjadi bagian rangkaian Dies Natalis ke-76 Unas dan turut diisi dengan penandatanganan MoU bersama 22 universitas di Indonesia yang memiliki bidang serumpun ekonomi dan bisnis. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik