Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Kesan Penerima Rumah Subsidi Prabowo, dari Guru hingga Tukang Warung

Ihfa Firdausya
21/12/2025 10:17
Kesan Penerima Rumah Subsidi Prabowo, dari Guru hingga Tukang Warung
Presiden Prabowo Subianto (tengah) duduk bersebelahan dengan Ayu (kanan), seorang asisten rumah tangga (ART), dan Fauzi Nurdian (dua kanan), pedagang seblak, yang menjadi penerima manfaat program perumahan bersubsidi dalam acara Akad Massal 50.030 Kredit P(ANTARA)

KEMENTERIAN Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menggelar akad massal 50.030 unit rumah subsidi. Kegiatan dilaksanakan secara hybrid di Perumahan Pondok Banten Indah (PBI), Kota Serang, Banten, Sabtu (20/12).

Presiden Prabowo Subianto turut hadir dan melakukan video conference dengan para debitur rumah subsidi. Serah terima kunci rumah dilakukan secara simbolis kepada 10 masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Mereka berasal dari beragam latar belakang profesi. Mulai dari guru, tuna netra, tukang pijat, pedagang kopi keliling, pengemudi ojek daring, penjual seblak, prajurit TNI, buruh, dai, tukang cukur, hingga nelayan.

Dikutip dari program Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Sabtu, (20/12), salah satu penghuni perumahan PBI Abdul Rohim berbagi pengalamannya menempati rumah tersebut sejak Agustus lalu. Rohim yang berprofesi sebagai guru menyebutkan bahwa rumah sudah siap huni dengan air yang bersih dan bangunan yang kokoh.

Rumah tipe 36 yang ditempatinya memiliki dua kamar tidur, satu kamar mandi, dapur, dan ruang tengah untuk ruang keluarga. Abdul Rohim juga sangat mengapresiasi model dan lokasi perumahan yang strategis.

Terletak di depan jalan raya utama, ia menilai model rumah subsidi di PBI menyerupai konsep cluster yang memiliki daya tarik tinggi.

"Saya melihat program ini sangat berguna sekali dan saya pribadi merasa sangat dibantu sekali dengan program ini. Prosesnya yang mudah, angsurannya yang ringan, mempermudah saya, terutama sebagai seorang guru, untuk memiliki rumah idaman," ujarnya.

Abdul Rohim mengatakan ia mendapatkan rumah dengan skema DP 0 persen (tanpa uang muka). Ia hanya dikenakan biaya booking fee Rp500 ribu, ditambah biaya administrasi.

Rohim memilih tenor 15 tahun dengan cicilan per bulan sekitar Rp1.280.000 yang menurutnya sangat terjangkau bagi MBR.

Sementara salah satu penerima dari Kalimantan Barat, Sri Wulandari, mengucapkan terima kasih atas program rumah subsidi ini. "Saya bekerja membuka warung sehari-hari. Terima kasih prosesnya cepat dan tidak ada pungli, sehingga mudah untuk dapat rumah subsidi," ujarnya.

Presiden Prabowo dalam pidatonya menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak sehingga dapat memberikan sesuatu untuk kualitas hidup yaitu rumah yang layak. Prabowo  mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih terdapat sekitar 29 juta warga Indonesia yang belum memiliki rumah.

“Hari ini saya merasa gembira, walaupun saya sadar perjalanan masih jauh, cita-cita kita masih jauh. 29 juta rakyat kita masih belum punya rumah. Jadi Pak Ara (Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait) kerja keras, semua menteri kita kompak, kita cari jalannya. Kalau ada kehendak, pasti ada jalan,” kata Prabowo. (H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik