Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menggelar akad massal 50.030 unit rumah subsidi. Kegiatan dilaksanakan secara hybrid di Perumahan Pondok Banten Indah (PBI), Kota Serang, Banten, Sabtu (20/12).
Presiden Prabowo Subianto turut hadir dan melakukan video conference dengan para debitur rumah subsidi. Serah terima kunci rumah dilakukan secara simbolis kepada 10 masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Mereka berasal dari beragam latar belakang profesi. Mulai dari guru, tuna netra, tukang pijat, pedagang kopi keliling, pengemudi ojek daring, penjual seblak, prajurit TNI, buruh, dai, tukang cukur, hingga nelayan.
Dikutip dari program Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Sabtu, (20/12), salah satu penghuni perumahan PBI Abdul Rohim berbagi pengalamannya menempati rumah tersebut sejak Agustus lalu. Rohim yang berprofesi sebagai guru menyebutkan bahwa rumah sudah siap huni dengan air yang bersih dan bangunan yang kokoh.
Rumah tipe 36 yang ditempatinya memiliki dua kamar tidur, satu kamar mandi, dapur, dan ruang tengah untuk ruang keluarga. Abdul Rohim juga sangat mengapresiasi model dan lokasi perumahan yang strategis.
Terletak di depan jalan raya utama, ia menilai model rumah subsidi di PBI menyerupai konsep cluster yang memiliki daya tarik tinggi.
"Saya melihat program ini sangat berguna sekali dan saya pribadi merasa sangat dibantu sekali dengan program ini. Prosesnya yang mudah, angsurannya yang ringan, mempermudah saya, terutama sebagai seorang guru, untuk memiliki rumah idaman," ujarnya.
Abdul Rohim mengatakan ia mendapatkan rumah dengan skema DP 0 persen (tanpa uang muka). Ia hanya dikenakan biaya booking fee Rp500 ribu, ditambah biaya administrasi.
Rohim memilih tenor 15 tahun dengan cicilan per bulan sekitar Rp1.280.000 yang menurutnya sangat terjangkau bagi MBR.
Sementara salah satu penerima dari Kalimantan Barat, Sri Wulandari, mengucapkan terima kasih atas program rumah subsidi ini. "Saya bekerja membuka warung sehari-hari. Terima kasih prosesnya cepat dan tidak ada pungli, sehingga mudah untuk dapat rumah subsidi," ujarnya.
Presiden Prabowo dalam pidatonya menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak sehingga dapat memberikan sesuatu untuk kualitas hidup yaitu rumah yang layak. Prabowo mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih terdapat sekitar 29 juta warga Indonesia yang belum memiliki rumah.
“Hari ini saya merasa gembira, walaupun saya sadar perjalanan masih jauh, cita-cita kita masih jauh. 29 juta rakyat kita masih belum punya rumah. Jadi Pak Ara (Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait) kerja keras, semua menteri kita kompak, kita cari jalannya. Kalau ada kehendak, pasti ada jalan,” kata Prabowo. (H-1)
Sulianto Indria Putra, melalui komunitas TWS, menginisiasi bantuan finansial dan dukungan materi yang dirancang untuk bersifat jangka panjang, bahkan seumur hidup bagi para guru tersebut.
TIDAK semua keberangkatan dimulai dengan surat tugas. Sebagian justru lahir dari sesuatu yang lebih sunyi, dari panggilan hati yang tidak bisa ditunda.
Dengan 98.036 Guru lulus PPG Batch 4, total guru binaan Kemenag yang telah tersertifikasi hingga saat ini mencapai 659.157 Guru.
Selain berorientasi pada murid, guru sebagai jantung perubahan di ekosistem pendidikan perlu mendapatkan perhatian serius.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Sharing Happiness, Guruverse.id, dan ACF Eduhub sebagai mitra pelaksana.
Sebagian siswa cenderung terlalu dimanja dan setiap persoalan kecil dilaporkan kepada orang tua, bahkan berujung pada kriminalisasi guru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved