Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Ferry Irwandi mengajak seluruh elemen bangsa Indonesia bersatu membantu korban bencana banjir dan longsor di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat tanpa menyalahkan pihak manapun. Menurutnya, pemerintah, TNI, Polri, dan relawan sudah bekerja dan bergerak sehingga yang dibutuhkan korban terdampak bencana adalah bantuan bukan konflik.
“Tidak ada gunanya sekarang ribut atau memelihara konflik yang nggak penting itu antar sisi. Karena ini panjang lho waktunya,” ujar Ferry dikutip dalam Podcast Close The Door Deddy Corbuzier.
Ferry mengatakan penanganan bencana Sumatra adalah bagian dari kerja fisik yang berat. Mereka yang terdiri dari TNI, Polri, pemerintah dan relawan merasakan duka yang sama dengan korban terdampak bencana.
“Dan orang itu bukan yang energi dan staminanya bisa tidak terbagi. Relawan banyak yang sakit dan aku yakin juga anggota TNI, Polri, anggota PU atau apa merasakan yang sama, maka bersatulah gitu, lho,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh elemen telah bekerja semaksimal mungkin untuk membantu masyarakat yang terdampak. Dalam kondisi saat ini, Ferry mengatakan semua pihak telah bekerja tanpa henti, membuktikan bahwa di balik setiap kritikan terdapat kerja keras yang tidak terlihat.
“Dan jangan di lihat hal-hal seperti itu sebagai sesuatu pemberontakan atau perlawanan, dan jangan juga kalau sesuatu itu belum terjadi, berarti orang ga bergerak cepat. Jangan kayak gitu. Itu yang aku sedih,” ucapnya.
Lebih lanjut, Ferry menilai komentar-komentar negatif di luar sana tidak menunjukkan empati, bahkan terkesan meremehkan situasi darurat yang sedang dihadapi masyarakat terdampak.
“Atau orang melihat, setiap hal yang dilihat dari sisi yang lain. Wah pemerintah nggak gerak. Nggak gitu juga. Ayolah,” pungkasnya.
Ferry berharap seluruh pihak untuk peka terhadap situasi yang di hadapi korban bencana dengan tidak membuat narasi yang menimbulkan konflik.
“Untuk hal ini (bantuan) orang butuh. Jangan terlalu sensitif. Jangan terlalu kuping tipis. Ada hal yang bisa diperbaiki, ya diperbaiki, dibenerin,” jelasnya.
Bantuan ini merupakan simbol solidaritas dan penguatan ukhuwah antarwilayah dalam membantu saudara-saudara yang sedang menghadapi musibah.
Penyaluran bantuan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar warga, terutama sembako serta perlengkapan sekolah untuk anak-anak.
Bantuan yang disalurkan antara lain paket sembako, shelter kits (terpal, tikar, paku dan lain-lain), cooking utensils (alat masak), dan hygiene kits.
Baznas telah menyalurkan bantuan kemanusiaan sejak hari pertama bencana melanda Provinsi Aceh dan Sumatra.
Dampak bencana di wilayah Sumatra bersifat luas dan membutuhkan penanganan jangka menengah hingga panjang.
Jhonlin Group menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp1 miliar bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
TNI dan Pemprov Riau menyerahkan bantuan berupa perlengkapan sekolah bagi siswa-siswi sekolah dasar di Aceh Utara.
Di tengah proses pemulihan pascabencana, kebutuhan akan bantuan kemanusiaan menjadi semakin mendesak.
PT Pertamina melalui Rumah BUMN Pertamina Banjarmasin menunjukkan peran dalam penanganan bencana.
Selain kebutuhan primer, salah satu yang juga dibutuhkan warga Aceh Tamiang adalah bantuan untuk memperbaiki kendaraan yang rusak akibat banjir.
Anggota Komisi VIII DPR RI Mahdalena meminta pemerintah memastikan penyaluran bantuan korban banjir dan longsor di Sumatera tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.
Mendagri Tito Karnavian mengirim 1.132 praja IPDN untuk mempercepat pemulihan pemerintahan dan layanan publik pascabencana di Aceh Tamiang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved