Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Teknologi Artificial Ligament, Terobosan Baru Atasi Cedera Lutut

Basuki Eka Purnama
16/12/2025 15:41
Teknologi Artificial Ligament, Terobosan Baru Atasi Cedera Lutut
Ilustrasi(Freepik)

CEDERA putus urat lutut atau ligamen masih menjadi momok menakutkan bagi para atlet dan penggiat olahraga di Indonesia. Selama ini, prosedur standar penanganan kondisi ini dilakukan melalui metode rekonstruksi konvensional yang mengharuskan pengambilan jaringan sehat dari bagian tubuh pasien sendiri. Namun, sebuah terobosan medis baru kini hadir melalui teknologi artificial ligament atau urat buatan.

Teknologi ini secara resmi diperkenalkan dalam acara Introduction Lecture and Live Surgery yang digelar di Rumah Sakit (RS) Premier Bintaro, Senin (15/12). Inovasi ini digadang-gadang menjadi solusi bagi pasien yang ingin pulih lebih cepat tanpa harus mengorbankan bagian tubuh lainnya sebagai donor.

Ahli bedah ortopedi dan trauma sekaligus Konsultan Cedera Olahraga RS Premier Bintaro, dr. Sapto Hardjosworo, Sp.OT, Subsp.CO, menjelaskan bahwa selama ini pilihan donor selain dari tubuh pasien sendiri adalah menggunakan donor dari jenazah. Namun, opsi tersebut sulit diterapkan di Indonesia.

“Kalau tidak mau menggunakan urat dari bagian tubuh korban sendiri, alternatifnya adalah mengambil donor dari orang yang sudah meninggal. Tapi kita tidak punya teknologi seperti itu sekarang, dan risikonya juga besar, seperti infeksi,” ujar dr. Sapto.

MI/HO--Introduction Lecture and Live Surgery yang digelar di Rumah Sakit (RS) Premier Bintaro, Senin (15/12).

Sebagai alternatif, artificial ligament hadir menggunakan material sintetis yang menyerupai serabut benang yang dijalin membentuk pita. dr. Sapto menekankan bahwa material tersebut telah teruji secara medis untuk dapat diterima oleh tubuh manusia. 

“Intinya, apa pun yang akan ditanam di dalam tubuh kita harus memenuhi syarat bahwa tubuh kita tidak boleh melakukan reaksi penolakan, sehingga aman ditanamkan di dalam tubuh,” jelasnya.

Pemulihan Dua Kali Lebih Cepat

Salah satu keunggulan utama dari penggunaan urat buatan ini adalah durasi rehabilitasi yang jauh lebih singkat. Hal ini menjadi angin segar bagi para atlet profesional yang menuntut waktu kembali ke lapangan (*return to sport*) sesegera mungkin.

Jika pada teknologi konvensional pasien umumnya membutuhkan waktu hingga enam bulan untuk kembali beraktivitas berat, teknologi ini mampu memangkas waktu tersebut secara signifikan. 

“Dengan teknologi ini diharapkan dia bisa kembali pulih lebih cepat. Yang tadinya butuh enam bulan, sekarang dalam tiga bulan sudah bisa,” kata Sapto.

Selain efisiensi waktu, percepatan masa pemulihan ini juga berpotensi menekan biaya perawatan secara keseluruhan menjadi lebih kompetitif dan ekonomis bagi pasien.

Adopsi Teknologi Global

Meski tergolong baru di Indonesia, teknologi artificial ligament ini sudah banyak diterapkan di mancanegara. RS Premier Bintaro sendiri mengadopsi teknologi ini dari Tiongkok, mengingat jam terbang penggunaannya yang sudah sangat tinggi di sana. 

Dalam implementasi perdananya, pihak rumah sakit mengundang Prof. Tao Kun untuk mendemonstrasikan prosedur operasi langsung kepada para dokter bedah di Indonesia.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan standar layanan ortopedi nasional, mengingat tingginya kasus cedera lutut pada olahraga populer seperti sepak bola, basket, dan bulu tangkis di Tanah Air. 

“Karena ini baru pertama kali di Indonesia, makanya kita adakan kegiatan ini supaya mudah-mudahan artificial ligament bisa menjadi alternatif opsi,” pungkas Sapto. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik