Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Masih Banyak Siswa SD hingga SMA belum Bisa Membaca

M Iqbal Al Machmudi
16/12/2025 14:53
Masih Banyak Siswa SD hingga SMA belum Bisa Membaca
KEPALA Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Dwi Pratiwi, menemukan di wilayah kerjanya masih ada siswa SD, SMP, hingga SMA yang belum lancar berbahasa Indonesia bahkan membaca.(MI/Iqbal )

KEPALA Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Dwi Pratiwi, menemukan di wilayah kerjanya masih ada siswa SD, SMP, hingga SMA yang belum lancar berbahasa Indonesia bahkan membaca.

"Perlu digarisbawahi bahwa masih banyak siswa di SD, SMP, bahkan SMA yang belum bisa berbahasa Indonesia. Sehari-hari mereka menggunakan bahasa daerah yaitu bahasa Sasak, bahkan belum bisa atau belum mampu membaca dengan baik, itu masih banyak," kata Dwi saat ditemui di Balai Bahasa Provinsi NTB, Selasa (16/12).

Ia menjelaskan dengan masih sulitnya siswa berbahasa Indonesia maka ada korelasinya dengan membaca dan menulis. Ketika membaca saja juga masih belum lancar, tulisannya juga masih sangat lemah.

"Temuan itu berdasarkan laporan dari guru-guru di sekolah hingga tim dari Balai Bahasa NTB yang terjun langsung. Mereka menemukan siswa di wilayah Sumbawa dan Lombok Barat saat didatangi untuk diuji keterbacaan buku dan cek langsung untuk membaca satu kalimat ternyata itu ketahuan belum bisa membaca dengan baik, apalagi memahami makna," ungkap Dwi.

Selain itu, untuk di daerah-daerah pedalaman masih kuat dengan bahasa daerahnya. Sehingga peran bahasa daerah diharapkan bisa menjadi pengantar para siswa memahami bahasa Indonesia dengan lebih baik.

Mengatasi masalah membaca di lingkungan siswa tersebut, Balai Bahasa NTB melaksanakan penguatan program-program yang ada dengan peningkatan kecakapan literasi.

Di tingkat SD menyosialisasikan buku-buku cerita anak terbitan Balai Bahasa dan mendampingi siswa cerdas mengulas buku untuk siswa, kemudian membaca cepat untuk siswa SMP, dan membaca analitis di tingkat SMA. 

"Dengan program itulah kami baru tahu bahwa ternyata banyak siswa yang belum bisa membaca, dan ini pengakuan dari guru. Sementara di Lombok Tengah terutama banyak yang siswanya belum bisa bahasa Indonesia," pungkasnya. (Iam/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya