Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Presiden Gibran Rakabuming Raka mengapresiasi gerakan solidaritas masyarakat dalam membantu korban bencana di Aceh dan Sumatra. Aksi tersebut dilakukan oleh berbagai komunitas, relawan, hingga individu, termasuk Pendiri Malaka Project, Ferry Irwandi.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat yang telah bahu-membahu menggalang bantuan bagi warga terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatra,” kata Wapres Gibran dikutip Antara, Selasa (9/11).
Wapres Gibran menilai gerakan “Warga Bantu Warga” yang digalakan oleh Ferry Irwandi, dan relawan lain dari kalangan selebgram maupun pemengaruh, seperti Praz Teguh hingga Willie Salim merupakan wujud nyata semangat gotong royong yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia.
“Gerakan warga bantu warga, seperti yang dilakukan oleh banyak lembaga sosial, komunitas, hingga individu seperti Saudara Ferry Irwandi, Praz Teguh, Willie Salim, dan lainnya merupakan aksi nyata dari semangat gotong-royong dan kepedulian sosial yang sejak lama menjadi kekuatan bangsa kita,” kata Gibran.
Pernyataan Gibran ini muncul di tengah kritik dari salah anggota DPR RI, Endipat Wijaya, yang sebelumnya menyoroti aksi solidaritas Ferry Irwandi dan relawan lain yang dinilai lebih banyak mendapat perhatian publik. Ferry sendiri berhasil menghimpun donasi hingga Rp10 miliar untuk membantu korban bencana.
Endipat Wijaya, anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Gerindra, menjadi sorotan publik setelah menyinggung pihak yang datang ke wilayah bencana Sumatra namun dianggap seolah paling berjasa. Dalam rapat kerja Komisi I bersama Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, di Senayan, Senin (8/12), ia membandingkan bantuan pemerintah yang menurutnya mencapai triliunan rupiah dengan donasi publik sebesar Rp10 miliar.
"Orang yang cuma datang sekali seolah-olah paling bekerja di Aceh, padahal negara udah hadir dari awal. Ada orang baru datang, baru bikin satu posko ngomong pemerintah enggak ada. Padahal pemerintah udah bikin ratusan posko di sana," kata Endipat.
Ia menekankan pentingnya Komdigi untuk lebih aktif menyebarkan informasi tentang kerja pemerintah dalam penanganan bencana agar tidak kalah viral dibanding konten media sosial.
"Orang per orang cuma nyumbang Rp10 miliar, negara udah triliunan ke Aceh itu. Jadi yang kayak gitu mohon dijadikan perhatian sehingga ke depan tidak ada lagi informasi seolah-olah negara tidak hadir di mana-mana. Padahal negara sudah hadir sejak awal di dalam penanggulangan bencana." (P-4)
Ferry Irwandi mengajak seluruh elemen bangsa Indonesia bersatu membantu korban bencana banjir dan longsor di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat tanpa menyalahkan pihak manapun.
Ferry meminta semua masyarakat untuk bahu-membahu untuk membantu korban bencana Sumatra.
AKTIVIS sekaligus Konten Kreator Ferry Irwandi menegaskan pemerintah sampai TNI-Polri dan stakeholder terkait bekerja keras membantu memulihkan Sumatra.
Kontroversi muncul setelah aksi donasi Rp10 miliar untuk korban banjir di Aceh menuai sorotan. Anggota DPR RI, Endipat Wijaya, melontarkan sindiran 'menyinyir' yang memicu perdebatan.
Endipat Wijaya telah meminta maaf secara pribadi kepada Ferry Irwandi terkait komentarnya tentang donasi Rp10 miliar untuk bencana Sumatra.
Kontroversi muncul setelah aksi donasi Rp10 miliar untuk korban banjir di Aceh menuai sorotan. Anggota DPR RI, Endipat Wijaya, melontarkan sindiran 'menyinyir' yang memicu perdebatan.
Endipat Wijaya telah meminta maaf secara pribadi kepada Ferry Irwandi terkait komentarnya tentang donasi Rp10 miliar untuk bencana Sumatra.
Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M Jamiluddin Ritonga, menilai Anggota Komisi I DPR RI, Endipat Wijaya tidak sepatutnya mencela atau menghardik donasi warga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved