Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Obat Ini Bisa Redam Sementara Sinyal Ngidam di Otak

Thalatie K Yani
09/12/2025 08:00
Obat Ini Bisa Redam Sementara Sinyal Ngidam di Otak
Ilustrasi(freepik)

PENELITIAN terbaru menunjukkan tirzepatide, obat yang dikenal dengan nama dagang Mounjaro dan Zepbound, dapat sementara meredam sinyal ngidam makanan di otak pasien obesitas berat. Rekaman aktivitas otak menunjukkan obat ini menurunkan aktivitas di nucleus accumbens, pusat penghargaan otak yang terkait dengan “food noise” dan dorongan makan kompulsif.

Temuan ini berasal dari studi unik yang memantau aktivitas otak secara langsung melalui elektroda yang ditanam di kedalaman otak, memberikan gambaran langka tentang bagaimana tirzepatide memengaruhi sinyal saraf. Hasilnya dipublikasikan dalam Nature Medicine.

“Penelitian ini memberikan wawasan besar tentang bagaimana obat ini bekerja di dalam otak dan akan memandu eksplorasi kami terhadap indikasi baru,” kata penulis senior, Casey H. Halpern, MD, profesor bedah saraf di University of Pennsylvania. “Sampai kita benar-benar memahami cara kerjanya, terlalu dini menyebut GLP-1 dan GIP inhibitor sebagai obat ‘ajaib’ di luar diabetes tipe 2 dan obesitas.”

Gangguan Makan dan Food Noise

Loss of control eating atau ketidakmampuan menghentikan makan merupakan kondisi umum pada obesitas dan gangguan makan. Binge eating disorder (BED) adalah gangguan makan paling sering terjadi di AS, memengaruhi lebih dari 3 juta orang. Di banyak kasus, aktivitas di nucleus accumbens (NAc) terganggu, sehingga meningkatkan dorongan kompulsif terhadap makanan.

Bahkan tanpa diagnosis BED, sekitar 60% individu dengan obesitas mengalami food noise. Di mana pikiran obsesif tentang makanan yang muncul hampir tanpa henti dan dapat memicu perilaku makan berlebihan.

Kasus Pasien: Gejala Mereda, Lalu Kembali

Salah satu peserta, perempuan berusia 60 tahun yang dijuluki “Peserta 3”, hidup dengan obesitas berat dan food noise yang terus-menerus. Ia sudah menjalani berbagai pengobatan, termasuk operasi bariatrik dan terapi perilaku, namun dorongan obsesifnya tidak membaik. Dulaglutide, obat GLP-1 sebelumnya, juga tidak membantu.

Ketika menjalani uji klinis yang melibatkan penanaman elektroda untuk mendeteksi dan menghambat sinyal ngidam, ia sudah lebih dulu menggunakan tirzepatide. Hal ini memberi peneliti kesempatan langka mengamati efek obat tersebut secara real time.

Saat mencapai dosis penuh, Peserta 3 melaporkan pikirannya terhadap makanan menghilang. Rekaman otak menunjukkan aktivitas di NAc juga menurun drastis. Namun, sekitar lima bulan kemudian, aktivitas tersebut muncul kembali. Kemunculannya bersamaan dengan kembalinya food noise yang intens. Efek tirzepatide rupanya bersifat sementara.

Perlu Riset Lanjutan

“GLP-1 dan GIP inhibitor adalah obat luar biasa untuk diabetes tipe 2 dan penurunan berat badan,” kata peneliti Kelly Allison, PhD. “Penelitian ini menunjukkan obat tersebut mungkin membantu meredakan food noise dan binge eating, tetapi belum dalam bentuk yang optimal.”

“Meski data hanya berasal dari satu pasien, temuan ini sangat kuat dan membuka jalan bagi pengembangan terapi baru yang lebih aman dan tahan lama,” ujar Wonkyung Choi penulis pendamping. (Science Daily/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik