Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Mammoth di Meksiko Punya Gen Unik, Ternyata Berbeda dari Kerabatnya

Abi Rama
08/12/2025 06:17
Mammoth di Meksiko Punya Gen Unik, Ternyata Berbeda dari Kerabatnya
Ilustrasi(freepik)

PARA ilmuwan di Meksiko berhasil membaca DNA kuno dari mammoth Kolombia untuk pertama kalinya di wilayah tropis. Mammoth ini merupakan satu-satunya spesies yang hidup endemik di Amerika Utara dan Amerika Tengah. 

Melansir dari laman Live Science, penelitian ini berawal dari proyek pembangunan Bandara Internasional Felipe Angeles di Santa Lucía yang dimulai pada 2019. Saat penggalian berlangsung, para pekerja menemukan lebih dari 100 fosil mammoth dari periode Pleistosen. Jumlah fosil yang sangat banyak membuat para ahli paleogenomik tertarik untuk menelitinya lebih jauh.

Menurut ilmuwan dari Universitas Otonom Nasional Meksiko (UNAM), Federico Sánchez-Quinto banyaknya temuan fosil mendorong dirinya untuk menghubungi tim penggalian. Dari sinilah penelitian DNA dimulai.

Ilmuan Berhasil Ekstrasi 61 Genom Mitokondria

DNA pada hewan yang telah mati umumnya akan cepat rusak, terutama jika berada di lingkungan bersuhu panas. Federico bahkan mengibaratkan DNA seperti es krim yang hanya bisa bertahan lebih lama jika disimpan di tempat dingin, sehingga wilayah tropis selama ini dianggap tidak cocok untuk melestarikan DNA purba

Meski begitu, upaya dari tim peneliti ternyata membuahkan hasil, dari 83 gigi geraham mamut yang diteliti, mereka berhasil mengumpulkan 61 genom mitokondria. Selain itu, lima sampel yang diuji dengan metode penanggalan radiokarbon menunjukkan usia antara 13.000 dan 16.000 tahun. Temuan penting ini kemudian dipublikasikan dalam jurnal Science pada 28 Agustus 2025.

Mammoth Meksiko Berbeda Secara Genetik

Dengan membaca DNA tersebut, para ilmuwan berharap bisa lebih memahami perjalanan mammoth di benua Amerika. Selama ini, teori umum menyebutkan mammoth Kolombia berasal dari kawin silang antara mamut stepa Eurasia dan mamut berbulu, sebelum akhirnya menyebar ke Amerika Utara melalui jembatan darat Beringia.

Namun, hasil studi ini justru memperlihatkan pola berbeda. DNA mammoth Kolumbia yang ditemukan di Meksiko ternyata tidak sama dengan mammoth yang ditemukan di Amerika Serikat dan Kanada. Mereka memang satu spesies, tetapi susunan genetiknya berbeda.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa leluhurnya di Meksiko telah terpisah jauh lebih awal dibanding kelompok mammoth yang tinggal di wilayah utara. Menurut peneliti Eduardo Arrieta-Donato, leluhur itu sudah merupakan hasil campuran antara mammoth stepa dan mammoth berbulu, lalu keturunannya bermigrasi ke selatan dan terisolasi. Isolasi inilah yang mungkin membuat mammoth Meksiko berkembang dengan ciri genetik berbeda.

Menariknya, pola genetik unik ini bukan hanya terjadi pada mammoth Kolombia. Spesies lain dari era Pleistosen di Meksiko, seperti beruang hitam purba dan beberapa mastodon, juga menunjukkan perbedaan genetik dibanding kerabatnya di Amerika Utara. Ini membuat para ahli menduga bahwa ada sesuatu yang sangat penting terjadi pada proses migrasi hewan-hewan purba menuju wilayah selatan. (Live Science/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya